oleh

Gus Baha Jelaskan Hukum Demonstrasi Dalam Islam

Banten24.com – Gus Baha, sapaan akrab KH Bahaudin Nur Salim, memberikan pandangan mengenai hukum demonstrasi. Seperti diketahui aksi demonstrasi dari beberapa elemen masyarakat menyuarakan penolakan Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law terus berlanjut.

Sejak Undang-Undang Cipta Kerja disahkan DPR pada 5 Oktober 2020, marak terjadi gelombang demonstrasi di beberapa daerah kota-kota besar.

Indonesia sebagai Negara yang menganut sistem demokrasi, melakukan unjuk rasa di muka umum adalah hal yang diperbolehkan dan dijamin oleh Undang-Undang.

Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan fikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang”.

Pasal tersebut menunjukan bahwa sebagai warga Negara mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi maupun pendapat baik dilakukan melalui audiensi, pawai, rapat umum, mimbar bebas, bahkan bisa unjuk rasa atau dikenal dengan demonstrasi.

Namun bagaimanakah aksi demonstrasi menurut pandangan hukum Islam ?

Dalam sebuah acara bertajuk “Ngaji Mahasantri Millenial” yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Bahaudin Nur Salim atau Gus Baha menjelaskan tentang hukum demonstrasi.
Dalam kesempatan itu, salah satu mahasiswi di salah satu universitas di Surabaya bertanya, sebagai bentuk dari hubbul wathon minal iman, apakah diperbolehkan menyuarakan pendapat, berjuang ,berijtihad menegakkan keadilan dengan cara demonstrasi.

“Demonstrasi, makna pokoknya adalah memperlihatkan suatu kekuatan. kalau dalam islam itu fleksibel saja, tidak bertindak anarkis dan tidak merugikan orang lain atau mudhorot buat orang lain boleh saja. Tentu dengan dengan cara-cara yang islami. Namun alangkah baiknya bisa diselesaikan secara konstitusional saja,” jawab Gus Baha 9 Oktober 2020 seperti dikutip dari chanel Ngaji Ahlussunnah.

Dalam sebuah acara bertajuk “Ngaji Mahasantri Millenial” yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Bahaudin Nur Salim atau Gus Baha menjelaskan tentang hukum demonstrasi.
Dalam kesempatan itu, salah satu mahasiswi di salah satu universitas di Surabaya bertanya, sebagai bentuk dari hubbul wathon minal iman, apakah diperbolehkan menyuarakan pendapat, berjuang ,berijtihad menegakkan keadilan dengan cara demonstrasi.

“Demonstrasi, makna pokoknya adalah memperlihatkan suatu kekuatan. kalau dalam islam itu fleksibel saja, tidak bertindak anarkis dan tidak merugikan orang lain atau mudhorot buat orang lain boleh saja. Tentu dengan dengan cara-cara yang islami. Namun alangkah baiknya bisa diselesaikan secara konstitusional saja,” jawab Gus Baha 9 Oktober 2020 seperti dikutip dari chanel Ngaji Ahlussunnah.

Sumber : jurnalpresisi.pikiran-rakyat.com

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *