Connect with us

Peristiwa

Diduga Ada Kepentingan, Fortomulya Tolak Lokasi Pembangunan SMAN 30 Kabupaten Tangerang

Tayang

-

Redaksi

Diduga Ada Kepentingan, Fortomulya Tolak Lokasi Pembangunan SMAN 30 Kabupaten Tangerang

Banten24.com – Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda Kecamatan Sukamulya (Fortomulya) menyatakan sikap bersama untuk menolak secara tegas penunjukan rencana lokasi untuk lahan SMAN 30 Kabupaten Tangerang.

Hal itu tertuang dalam Surat Pernyataan Sikap Bersama yang ditanda tangani pada tanggal 5 Mei 2021. Fortomulya sangat prihatin atas polemik lokasi pembangunan Gedung SMAN 30 Kabupaten Tangerang.

Fortomulya yang diketuai H Retno Juarno, yang juga salah satu Aktivis Kabupaten Tangerang ini, menyatakan, Pertama, mendukung pembangunan Gedung SMAN 30 Kabupaten Tangerang. Kedua, dengan tegas menolak lokasi lahan pembangunan di Kampung Pabuaran RT 004/002 Desa Merak yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Selanjutnya, Ketiga, Fortomulya meminta lokasi SMAN 30 Kabupaten Tangerang harus strategis dan dilalui atau tidak jauh dari akses transportasi umum. Keempat, lokasi SMAN 30 Kabupaten Tangerang harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kecamatan Sukamulya.

Lalu Kelima, penentuan serta hasil kajian lokasi disampaikan secara transparan. Dan yang Keenam, Fortomulya mendukung usulan yang disampaikan dan yang direkomendasikan oleh Pemerintah Kecamatan Sukamulya.

Pernyataan Sikap Bersama itu disampaikan, guna menindak lanjuti acara silaturahmi para tokoh masyarakat, tokoh kepemudaan (red.OKP), tokoh ulama, Pemerhati dunia pendidikan dan Ormas Se-Kecamatan Sukamulya beberapa waktu lalu untuk membahas polemik SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang.

“Penunjukan rencana lokasi untuk lahan SMAN 30 Kabupaten Tangerang tidak ada dalam usulan ataupun rekomendasi dari Pemerintah Kecamatan Sukamulya, tiba-tiba muncul, Aneh ? ini sangat jelas adanya dugaan kepentingan beberapa pihak,” ujar Retno, Selasa malam (18/5/2021).

Retno juga menyapaikan, Fortomulya telah melayangkan surat kepada Gubernur Banten sebagai bentuk kepeduliannya untuk mencegah terjadinya dugaan praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme, dalam hal pengadaan lahan untuk pembangunan SMAN 30 Kabupaten Tangerang.

“Kami ingin Pemerintahan Provinsi Banten bersih dari praktek Korupsi,” tegasnya.

Sementara itu, Mulyadi salah satu wali murid dari SMAN 30 Kabupaten Tangerang berharap penentuan lokasi pembangunan tidak menyulitkan siswa, dan terjangkau dengan transportasi umum.

“Kami hanya minta agar penentuan lokasi tersebut sesuai dengan aturan serta layak dan strategis, sehingga terjangkau oleh transportasi umum yang murah,” harap Mulyadi.

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *