Connect with us

Opini

Efek Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China Bagi Indonesia

Published

on

Efek Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China Bagi Indonesia

Oleh: Dewi Nadya Maharani

Perdagangan internasional merupakan acuan penting bagi pemulihan perekonomian nasional baik di negara maju maupun negara berkembang, dan dapat juga dikatakan bahwa setiap negara abad dua puluh satu pasti memiliki model sendiri kerja sama di bidang kerja sama ekonomi untuk menuai hasil. Misalnya saja General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang merupakan perjanjian multirateral yang dimana mengatur pelaksanaan perdagangan internasional.

GATT menjadi salah satu forum penting dalam hal mengatasi permasalah perdagangan internasional. Indonesia sendiri meratifikasi mengenai GATT ini melalui Undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). Ratifikasi ini membuat Indonesia terikat di dalam peraturan dalam GATT kala itu hingga kini.

Masih berkaitan dengan perdagangan internasional yang telah terjalin antara Indonesia dengan beberapa negara baik dengan perjanjian bilateral maupun multirateral. Pada dewasa ini terjadi suatu perang dagang antara China dan Amerika. Hal ini tentu saja berdampak pada Indonesia. Dampak paling signifikan menyangkut ekspor Indonesia ke negara ini. Perang dagang juga dapat menyebabkan negara lain mengincar Indonesia dengan mengimpor barang-barang tertentu yang sebelumnya dikirim ke Amerika Serikat atau China. Hal ini diuntungkan oleh keterbukaan perekonomian Indonesia. Indonesia saat memiliki Generalized System of Preferences (GSP) yang merupakan stimulus perdagangan yang diberikan oleh Amerika Serikat untuk negara berkembang yang statusnya baru saja diperpanjang. Adanya GSP membuat ekspor beberapa produk dari Indonesia ke Amerika Serikat tak dikenakan tarif bea masuk. Hal ini sangat mendorong munculnya ekonomi yang cukup baik untuk Indonesia.

Adanya perang dagang China dan Amerika tentu saja memiliki segi positif maupun negatif. Segi positifnya adalah bisa saja Indonesia dapat menggantikan posisi kedua negara tersebut dalam memasok produk ke Amerika dan China. Namun perlu dicermati juga sisi negatifnya, apabila barang dari China tidak bisa masuk ke Amerika maupun sebaliknya akibat tingginya tarif bea masuk, pastinya China dan Amerika akan mencari tujuan negara baru untuk ekspor produk mereka supaya tidak menimbulkan over supply di dalam negeri mereka masing-masing. Karena Indonesia merupakan sasaran yang cukup tepat dengan tingkat konsumtif masyarakatnya yang cukup tinggi.
Referensi

Buletin APBN. (2018). Diambil kembali dari https://berkas.dpr.go.id/puskajianggaran/buletin-apbn/public-file/buletin-apbn-public-61.pdf

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *