Connect with us

Opini

Haji Ditunda Lagi, Apakah Semata-mata karena Pandemi?

Tayang

-

Redaksi

Haji Ditunda Lagi, Apakah Semata-mata karena Pandemi?

Penulis: Ummu Fikri

Wabah pandemi yang telah dialami oleh dunia tak terkecuali Indonesia menimbulkan banyak dampak. Salah satunya adalah ibadah haji yang tak bisa terlaksana lagi. Ini adalah tahun kedua pelaksanaan haji akibat pandemi tertunda. Tahun lalu hal serupa pun telah terjadi karena pandemi dalam kurun hampir dua tahun ini belum bisa teratasi. Melalui Kementerian Agama RI resmi mengumumkan bahwa tahun 2021 ini tidak ada keberangkatan Jemaah haji asal Indonesia. Hal ini dilakukan guna menjaga dan melindungi WNI baik di dalam maupun luar negeri seperti dilansir CNBC Indonesia edisi 06 Juni 2021.

Sebelum masa pandemi tiba pun rakyat Indonesia sudah harus menunggu terlebih dahulu hingga masa 20 tahun disebabkan terbatasnya kuota haji. Dengan tertunda untuk yang kedua kali berdampak pada semakin bertambah panjang daftar tunggu bagi yang sudah menyetorkan dan sudah mendapatkan porsi haji.

Ibadah haji merupakan sebuah ibadah yang masuk dalam rukun Islam kelima, dimana ibadah haji merupakan sebuah ibadah yang agung yang menunjukkan kesempurnaan seorang muslim. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa haji merupakan ibadah seumur hidup sekaligus simbol kesempurnaan agama dan ibadah pamungkas. Karena Ibadah haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup dan bagi yang mampu.

Orang yang telah mendaftarkan untuk menjadi calon Jemaah haji dengan syarat harus menyetorkan jumlah uang yang sudah ditentukan, bukan berarti mereka orang yang berlebih, tapi karena semangat keimanan dan ingin meraih kesempurnaan sebagai muslim, tak jarang dari mereka bersusah payah mengumpulkan sedikit demi sedikit uang untuk mendaftar haji . Banyak pula dari para pendaftar adalah mereka yang berusia sepuh. Namun dengan keimanan, keyakinan dan semangat yang luar biasa menyebabkan mereka burjuang demi bisa mendaftar sebagai calon Jemaah haji. Dan berharap dapat melaksanakan ibadah haji menunaikan rukun Islam kelima.

Antusias muslim yang ada di Indonesia terkait dengan ibadah haji ini terlihat dengan panjangnya daftar antrean. Dapat dibayangkan dengan tertundanya pelaksanaan ibadah haji ini akan semakin lama dan bertambah panjang waktu menungguuntuk dapat melaksanakan ibadah Haji ke tanah suci.

Penundaan pelaksanaan ibadah haji mengakibatkan banyak spekulasi yang berkembang. dan pemerintah pun menampik tuduhan-tuduhan yang berkembang di masyarakat tersebut. Dilansir Detiknews edisi 5 Juni 2021 bahwa keputusan pemerintah terkait pembatalan keberangkatan ibadah haji 2021 yang menimbulkan isu dijawab pemerintah lewat lima poin dibawah ini

Isu pertama terkait dana haji, melalui Menko PMK Muhadjir Efendy menyatakan bahwa dana haji aman. Isu kedua yang menyatakan pembatalan haji batal karena minim lobi dibantah oleh Kantor pusat presiden (KSP)yang mengatakanbahwa keputusan pembatalan haji tak terkait dengan lobi pemerintah ke Arab Saudi. Isu ketiga tentang utang Indonesai pada negara Arab Saudi jelas dibantah oleh Menag Yaqut yang mengatakan itu informasi sampah. Isu keempat terkait pembatalan haji 2021 yang terkesan buru-buru, Kemenag menegaskan keputusan itu berdasarkan kajian yang mendalam. Dan yang kelima terkait isu bahwa pemerintah bersembunyi dibalik Covid 19 dibantah melalui juru bicara wakil presiden, Masduki Baidlowi, yang menyebutkan bahwa banyak orang beragumen pemerintah itu seperti bersembunyi dibalik alasan covid-19 itu tidak benar.

Apapun jawaban pemerintah pada akhirnya memang pemberangkatan haji 2021 ini ditunda. Sehingga harus bertambah lagi kesabarab dan lapang dada dari masyarakat. Dan akhirnya lagi-lagi rakyat yang terkena imbasnya.

Apapun pembelaan pemerintah setidaknya masyarakat saat ini menaruh harapan besar untuk berangkat haji karena sudah merasa lama menunggu. Harus ada evaluasi yang menyeluruh pada pengelolaan ibadah haji agar tercipta kondisi yang lebih baik. Apapun isu yang ditimbulkan harusnya semua mampu bertanggung jawab dan berupaya untuk mengurusi rakyatnya. Bukankah sekecil apapun kepemimpinan kalian akan dimuntai pertanggungjawaban. Abdullah bin Umar r.a berkata bahwa Rosulullah SAW telah bersabda “ Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya tentang rakyat yang dipimpinnya. wallahu’alam

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *