Connect with us

Opini

Islam Memuliakan Perempuan

Tayang

-

Islam Memuliakan Perempuan

Oleh: Erna Ummu Aqilah

Peringatan hari perempuan sedunia ini berawal dari aksi unjuk rasa di tahun 1909 dan dirintis oleh kaum sosialis di Amerika Serikat. Pada tahun 1910, Organisasi Sosialis Internasional di Kopenhagen untuk menetapkan hari perempuan. Usulan ini disepakati oleh 100 perempuan dari 17 negara. Hingga akhirnya pada tahun 1975, untuk pertama kalinya PBB memperingati Hari Perempuan Sedunia pada tanggal 8 Maret. Sejak saat itulah setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.

Peringatan Hari Perempuan Internasional selalu mengangkat isu kesetaraan gender. Dan merupakan hari dimana dirayakannya pencapaian wanita dalam berbagai bidang mulai sosial, budaya, ekonomi hingga politik. (detiknews 8/3/2020).

Faktanya seiring berjalannya waktu kondisi perempuan di dunia semakin hari justru semakin menghawatirkan. Meskipun setiap tahunnya diadakan peringatan tidak serta merta membuat nasib perempuan di dunia menjadi mulia justru sebaliknya.

Dilansir dari CNN Indonesia pada 8 Januri 2021, selama tiga tahun terakhir LBH Apik mencatat peningkatan kasus berbasis gender. Kondisi pandemi semakin mendorong peningkatan jumlah kasus, di tahun 2020 ada sebanyak 1.178 kasus masuk ditangani LBH Apik. Kasus Kekerasan Berbasis Gender secara Online (KBGO), menempati urutan kedua kasus terbanyak yang masuk yakni 307 kasus, setelah kasus KDRT sebanyak 418 kasus.

KBGO termasuk ancaman distribusi (112 kasus), konten ilegal (66 kasus), upaya memperdaya korban (33 kasus), pelecehan online (47 kasus), pencemaran nama baik (15 kasus), pelanggaran privasi (2 kasus), penguntitan online (17 kasus), dan pengelabuhan (1 kasus).

Terus meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan, membuktikan bahwa sistem kapitalis sekuler telah gagal melindungi perempuan. Meskipun tiap tahun para tokoh-tokoh perempuan hebat berkumpul mencari solusi, faktanya solusi yang diberikan masih belum mampu mengatasi persoalan ini.

Karena solusi yang diberikan yakni menuntut kesetaraan gender, dimana perempuan menuntut hak yang sama dengan kaum laki-laki. Karena dalam pandangan kaum kapitalis sekuler mulia itu bila perempuan sukses diberbagai bidang hingga, bisa menyamai bahkan mengungguli kaum laki-laki. Sehingga kaum perempuan tidak lagi tergantung pada laki-laki sehingga tidak lagi direndahkan. Faktanya justru perempuan semakin jauh dari kodratnya sehingga makin terpuruk dan takberdaya.

Sejatinya perempuan bisa benar-benar mulia hanya dengan Islam, sebab Islam agama yang sempurna karena bersumber dari yang maha sempurna yakni Allah Swt.

Islam mengangkat derajat perempuan setara dengan laki-laki. Sebab dalam Islam tak ada yang lebih mulia antara satu dengan yang lainnya kecuali karena ketakwaannya.

Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sangat mulia, yakni sebagai ibu dan pengurus rumah tangga. Karenanya Islam tidak mewajibkan perempuan untuk mencari nafkah, sebab mencari nafkah adalah kewajibah kepala keluarga. Karenanya negara wajib menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan bagi setiap kepala keluarga. Dengan tidak adanya beban mencari nafkah, tentunya perempuan bisa leluasa dalam mendidik dan mengawasi tumbuh kembang anak-anaknya. Karena dalam Islam perempuan (ibu) laksana madarasah yang akan mencetak generasi masa depan yang cerdas dan berahlak mulia.

Kendati demikian, Islam tidak melarang perempuan untuk bekerja sesuai dengan keahliannya, selama tidak melanggar syari’at agama. Islam mewajibkan perempuan jika keluar rumah untuk menutup aurat secara sempurna. Sehingga tetap terjaga dan tidak mudah dilecehkan. Islam melarang laki-laki dan perempuan bercampur baur, juga melarang berduan dengan yang bukan mahrom, melarang bertabaruj sehingga mengundang perhatian lawan jenis, semua demi menjaga kehormatan dan kemulyaan perempuan.

Jadi jika selama ini kaum feminis getol dengan agenda kesetaraan gender demi, memuliakan perempuan semua hanyalah hayalan belaka. Sebab faktanya perempuan bukan semakin mulia justru semakin menderita. Hanya dengan kembali kepada Islam perempuan benar-benar terjaga kemulyaan dan kehormatannya. Wallahu A’lam Bishshawwab.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *