Jalin Silaturahmi, IPNU dan IPPNU Kecamatan Cisoka Kunjungi Ponpes Fathurrobbaaniy

Jalin Silaturahmi, IPNU dan IPPNU Kecamatan Cisoka Kunjungi Ponpes Fathurrobbaaniy

TANGERANG – Dalam menjalankan syi’ar agama, kader IPNU dan IPPNU tentunya harus mengacu pada landasan organisasi, diantaranya ialah ukhuwah (persaudaraan) sebagai cerminan jiwa sosial, keagamaan, kemasyarakatan, dan rasa saling menghormati.

Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Cisoka dan Jayanti, pada Rabu (8/6/2022), berkunjung dan silaturahmi kepada Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren (Ponpes) Fathurrobbaaniy Cisoka.

Ustadz Muhamad Jamroni, selaku Kabid Kesantrian menyampaikan terimakasih dan menyambut baik kunjungan silaturahmi dari rekan dan rekanita pengurus IPNU dan IPPNU kecamatan Cisoka dan Jayanti.

“Kader-kader IPNU dan IPPNU harus senantiasa berpegang teguh pada hakikat dan fungsi IPNU itu sendiri. Dimana IPNU dan IPPNU adalah wadah perjuangan pelajar NU untuk mensosialisasikan komitmen nilai-nilai keislaman, kebangsaan, keilmuan, kekaderan,dan keterpelajaran dalam upaya menggali dan membina kemampuan yang dimiliki sumber daya anggota, dan senantiasa mengamalkan kerja nyata demi tegaknya ajaran Islam Ahlu Sunnah Waljamaah dalam kehidupan masyarakat Indonesia, serta tidak melenceng dari Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ustadz Muhamad Jamroni.

Sementara itu, Ustadz Ryo Rosyid Ridho dalam kesempatan yang sama juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kabid Kesantrian dan Civitas Akademik yang telah memberi ruang untuk bersilaturahmi.

Dalam kesempatan itu, ia pun sedikit memaparkan bahwa orientasi IPNU ialah berpijak pada kesemestaan organisasi, dan anggotanya untuk senantiasa menempatkan gerakannya pada ranah keterpelajaran dengan kaidah ‘Belajar, Berjuang, Bertaqwa’, yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekeluargaan dan keterpelajaran.

“Serta pentingnya analisis jaringan (stakeholder) seperti pondok pesantren. Mengingat bahwa Ponpes memiliki posisi sentral di NU, bahkan sesungguhnya visi dan misi serta jati diri NU terletak dalam sistem pendidikan pondok pesantren, karena secara historis sistem pendidikan pesantren merupakan satu satunya model pendidikan Islam yang memelihara, meneguhkan, serta mengembangkan ajaran islam Ahlu sunah Wal Jama’ah ditengah tengah masyarakat,” papar Wakil Ketua IPNU Cisoka. (muhdi/kontributor)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
- Advertisment -

BERITA TERBARU