Connect with us

Peristiwa

Kak Seto Kunjungi Kediaman HRS, Tinjau Psikis Cucu dan Kerabat HRS yang Masih Belia

Rudi Stanza

Tayang

-

Kak Seto Datangi Kediaman HRS, Tinjau Psikis Cucu dan Kerabat HRS yang Masih Belia
Channel YouTube Front TV

Jakarta – Seto Mulyadi , yang akrab disapa Kak Seto mengunjungi kediaman Habib Rizieq Shihab untuk melihat kondisi psikis anak-anak, demi mencegah trauma berkepanjangan atas insiden di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 yang melibatkan kepolisian dengan rombongan Habib Rizieq.

Kak Seto mengawali pertemuan dengan sang anak dan berusaha mengakrabkan diri. Begitu hangat ia disambut para cucu Rizieq. Begitu pun sebaliknya, sampai Kak Seto menanyakan nama dan usia satu persatu.

Rombongan keluarga Rizieq memang membawa seluruh cucu dan kerabat, untuk menikmati waktu bersama.

“Ini kelas berapa? Kalau ini sudah sekolah atau belum?,” tanya Kak Seto yang langsung dijawab oleh mereka dengan ciri khas anak-anak yang begitu menggemaskan.

Sebelumnya Kak Seto sempat terkejut mendengar berita ini. Di mana dalam suasana dengan penuh keriuhan itu, di jalan tol kilometer 50. Ternyata ada anak-anak dan bayi

Dilansir dari channel YouTube Front TV, bertajuk ‘Kak Seto Kunjungi Kediaman IB HRS’, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mendengar kabar ada anak-anak dan bayi dalam rombongan keluarga Habib Rizieq Syihab saat insiden terjadi.

“Kami dari LPAI yang dulu bernama Komnas Perlindungan Anak, tapi kembali ke nama lama. Dan kami memang sempat terkejut mendengar berita ini. Di mana dalam suasana dengan penuh keriuhan itu, di jalan tol kilometer 50.

Ternyata ada anak-anak dan bayi,” kata Kak Seto seperti dikutip dari channel YouTube Front TV.

Selain itu, Kak Seto merasa terpanggil untuk andil mengawasi kondisi anak-anak. Sebab dalam beberapa kasus, trauma pada anak tidak langsung muncul di waktu itu.

Melainkan bertahap dan baru terlihat tandanya. Kak Seto khawatir hal itu akan menganggu psikis cucu dan kerabat Rizieq Syihab yang masih belia.

“Ada dua belas anak dan bayi. Jadi kami merasa sangat terpanggil untuk melihat kondisi anak-anak. Bagaimana keadaannya. Artinya kan sering terjadi suatu pengalaman traumatic yang tertunda. Jadi pada saat itu, terlihat biasa. Tapi beberapa waktu kemudian baru muncul,” jelas Kak Seto.

Selama beberapa waktu ke depan, Kak Seto dan tim LPAI akan melakukan pemantauan terhadap kondisi psikologi perkembangan anak-anak.

“Kami akan pantau trauma psikis ini. Karena bagaimana pun juga kami hanya berfokus pada anak. Kami selalu memberi perhatian khusus pada anak-anak. Sehingga dalam hal ini kami ingin melihat anak-anak yang ikut bersama dalam rombongan tadi. Kami juga memantau saat ini. Dan nanti akan beberapa kali lagi kami lihat kembali,” papar Kak Seto.

Sumber : merdeka.com

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi