Connect with us

Peristiwa

Katar Kecamatan Pertanyakan Kinerja Ketua Katar Kabupaten Tangerang

Banten24.com

Posting

pada

Katar Kecamatan Pertanyakan Kinerja Ketua Katar Kabupaten Tangerang

Tangkab – Polemik di tubuh Karang Taruna (Katar) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, belum kunjung usai, tentunya hal ini harus segera diselesaikan, karena akan berimbas terhadap pengurus Karang Taruna di masing-masing kecamatan.

Ketua Katar Kecamatan Sukamulya, Retno Juwarno mengatakan, hampir satu tahun Pasca Temu Karya Daerah Karang Taruna Kabupaten Tangerang dan juga pelantikan pada bulan Desember lalu, polemik terus terjadi.

“Ini di akibatkan kurang pahamnya pimpinan Katar Kabupaten Tangerang tentang managemen organisasi, salah satunya adalah belum adanya rapat kerja yang merumuskan sebuah program kerja organisasi,” kata Retno yang ditemui Banten24.com dikediamannya, Selasa (12/1).

Bahkan, lanjut Retno, banyak sesama pengurus di tingkat kabupaten pun yang belum pernah sama sekali bertemu.

“Apakah dalam menyusun kepengurusan hanya cap tonggong atau memang melalui mekanisme yang sesuai aturan,” ujar dia mempertanyakan.

Lihat juga:
Camat Tigaraksa Lantik Pengurus Karang Taruna Periode 2020-2025

Retno menambahkan, beberapa hari lalu ia dan pengurus lainnya mendapatkan info bahwa ada sebuah forum Katar tingkat Desa yang dibentuk oleh Ketua Katar Kabupaten tanpa koordinasi dengan ketua Katar Kecamatan.

“Ini sama saja tidak menghargai pengurus di tingkat kecamatan padahal Ketua Kabupaten sebelumnya di pilih oleh kami,” terang Retno.

“Lebih lanjut kami di tingkat kecamatan yang berjumlah 29 saja belum ada pembinaan dari katar kabupaten tangerang, bagaimana nanti dengan tingkat desa yang jumlahnya lebih besar dengan 274 desa dan kelurahan,” sambungnya.

Lihat juga:
Bupati Tangerang Lantik Pengurus Karang Taruna Periode 2020-2025

Menurutnya, alangkah baiknya Katar Kabupaten fokus dalam menentukan progam kerja sehingga tidak menimbulkan polemik berkelanjutan yang akhirnya menjadi konflik.

“Bila memang tidsk mampu memimpin organisasi lebih baik mundur saja, jangan jadikan organisasi sosial ini sebagai barang dagangan politik,” tegas Retno.

Reporter: Rudi Stanza | Editor: Abi Reza

Trending

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi