Connect with us

Seputar Banten

Kejati Banten Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Bantuan Pesantren Rp117 M

Tayang

-

Kejati Banten Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Bantuan Pesantren Rp117 M
Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana. (KOMPAS.COM/RASYID RIDHO)

Banten24.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan seorang tersangka korupsi dana hibah pondok pesantren (ponpes) dengan nilai mencapai Rp117 miliar. Tersangka yang ditetapkan yakni ES (36), pihak swasta.

Penetapan ES dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap 21 penerima dana bantuan.

“Kemarin sore penyidik sudah menetapkan tersangka dan menahan tersangka ES dalam dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana hibah ke pondok pesantren,” kata Asep kepada wartawan di kantornya. Jumat (16/4/2021).

Asep menjelaskan, Kejati Banten mengaku sudah memantau dana hibah ponpes sejak tahun 2018 hingga 2020. Pelaku ES sendiri menjadi tersangka pada dana hibah tahun 2020.

Kecurigaan Kejati Banten diperkuat dengan laporan Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) dan masyarakat atas dugaan korupsi dana hibah ponpes.

“Sementara ini kami dalami lagi, untuk mencari lagi siapa yang bisa kita mintai pertanggung jawaban secara pidana. Kami juga sudah meminta keterangan ponpes,” terangnya.

Dalam perkara ini, Puluhan pimpinan dari ribuan pondok pesantren penerima dana hibah sudah dimintai keterangan oleh Kejati. Termasuk penyaluran dan penerima bantuan ponpes tahun 2018 dan 2019 juta diperiksa, untuk mendalami kasus korupsinya.

Dia juga tak menampik akan ada tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi bantuan Ponpes tahun 2020 yang dilaporkan Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Insya Allah (kemungkinan ada tersangka lagi). Karena sangat banyak dan kami sudah meminta (keterangan) setiap Ponpes,” tandasnya.

Tersangka ES diduga telah melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Perannya memotong, kami tidak akan menyebutkan jabatan yang bersangkutan, tapi memang mengakui dengan alat bukti yang cukup memotong,” terangnya.

ES kini sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Serang selama 20 hari kedepan guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Herru Santoso
Sumber: Kompas

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *