Connect with us

Peristiwa

Kepemilikan Lahan dan Surat IMB Belum Jelas, Bupati Diminta Hentikan Proyek Pembangunan Pasar Tematik Sentiong

Tayang

-

Oleh

Kepemilikan Lahan dan Surat IMB Belum Jelas, Bupati Diminta Hentikan Proyek Pembangunan Pasar Tematik Sentiong

Banten24.com – Pembangunan Pasar Tematik Sentiong hingga saat ini masih terus berjalan ditengah polemik kepemilikan lahan yang di klaim sebagai aset pemerintah Desa Tobat Kecamatan Balaraja. Hal itu diperkuat dengan bukti-bukti yang di miliki sejak tahun 1958.

Lahan itu merupakan aset Tanah Bengkok atau Tanah yang dimiliki pemerintah Desa sebagai kekayaan milik desa yang diatur dalam Permendagri No 1 Tahun 1982 tentang Sumber Pendapatan dan Kekayaan Desa, serta Intruksi Menteri Dalam Negeri No 26 Tahun 1992 tentang Perubahan Tanah Bengkok dan sejenisnya menjadi Kas Desa.

Retno Juarno, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Kompak Kabupaten Tangerang menyoroti hal pembangunan pasar tersebut yang di lakukan Perumda Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, melalui pengembang PT Imperial yang diduga belum memiliki IMB.

“Karena salah satu persyaratan dikeluarkannya IMB adalah bukti kepemilikan lahan yang akan dibangun,” kata Retno.

Baca juga: LSM Kompak Resmi Laporkan Dugaan Bangunan Pasar Cisoka Tanpa Ijin

Menurut Retno, ini jelas telah melanggar Undang undang No 28/2002 tentang Bangunan Gedung serta Permendagri no 32/2010 dan Perda Kabupaten Tangerang No 10/2006 tentang Ijin Mendirikan Bangunan.

Hal yang sama, seperti yang terjadi di Pasar Cisoka, sejak 2018 bangunan tersebut belum memiliki IMB, dan beberapa bulan lalu baru proses pengajuan rekomendasi peruntukan lahannya kepada Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang.

“Jadi masih panjang proses yang akan dilakukan walaupun tidak ada polemik tentang kepemilikan lahannya,” terang dia.

Baca juga: LSM Kompak Minta Bupati Tangerang Evaluasi Kinerja Perumda PD Pasar Kerta Raharja

“Kami menyayangkan sikap Perumda Niaga Kerta Raharja yang belum juga dapat menyelesaikan polemik ini dan terkesan mengabaikan tuntutan dari warga Desa Tobat melalui pemerintahan Desa Tobat,” sambung Retno.

Harusnya, lanjut Retno, Pemerintah Daerah menyampaikan bukti-bukti secara administrasi apabila lahan tersebut sudah pernah di serahkan dan menjadi aset pemkab.

“Kami meminta kepada Bupati melalui Dinas terkait agar segera menyelesaikan persoalan yang terjadi di Pasar Sentiong, serta menunda atau menghentikan sementara pekerjaan pembangunan pasar tersebut sampai ada kejelasan tentang kepemilikan lahan dan surat IMB nya,” tegas Retno.

Editor: Abi Reza