Connect with us

Peristiwa

KNPI Nyatakan ‘Perang’ Terhadap Upaya Pecah Belah Pemuda

Rudi Stanza

Tayang

-

Banten24.com – Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Medya Rischa Lubis menyikapi rapat pleno yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ahmad A. Bahri dengan agenda mencopot Haris di Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu lalu (6/3).

Medya memastikan, bahwa Haris Pertama tetap sebagai Ketua Umum KNPI yang sah dan sesuai AD/ART. “DPP KNPI di bawah Ketum Haris Pertama sampai saat ini solid. Pertemuan di hotel Ritz Carlton itu bukan merupakan rapat pleno DPP KNPI, (melainkan) hanya pertemuan biasa saja,” ujar Medya Rischa Lubis, Minggu (7/3).

Rapat Pleno KNPI, kata Medya, memiliki aturan main sesuai AD/ART KNPI dan tidak bisa tiba-tiba digelar dengan mengambil keputusan krusial seperti pencopotan ketua umum.

“Bukan ujug-ujug rapat, pasang spanduk, bawa palu, terus mengambil keputusan tok tok lalu dianggap sah, salah kaprah mereka itu,” jelasnya.

Ia melanjutkan, setidaknya pleno harus kuorum 50% + 1 suara pengurus, harus disetujui 2/3 OKP dan 2/3 DPD provinsi yang berhimpun, dan harus ada usulan tertulis disertai alasan pemberhentian.

“Lha ini pertemuan di RC hanya hadir 40-an orang, sementara pengurus 800 rang lebih mau kuorum dari mana?” jelas Medya.

Oleh karena itu, dia menegaskan, DPP KNPI akan mengambil sikap tegas terhadap sekelompok oknum pengurus yang ikut dalam pleno tersebut.

“Jadi upaya-upaya perpecahan seperti ini jangan sampai mencoreng soliditas di antara pemuda se-Indonesia. Tentunya sebagai Ketua Umum Mandataris Kongres KNPI Bogor, Haris Pertama tidak akan tinggal diam dan mengambil sikap serta memecat oknum-oknum dalam pertemuan ilegal di Hotel Ritz Carlton kemarin,” pungkasnya.

Memecah Belah

Sementara itu, Ketua Harian DPP KNPI Gandung Rafiul N. Huda dengan tegas menanggapi aksi sekelompok pengurus yang menggelar pleno untuk memecat Haris Pertama.

Menurut dia, Haris Pertama merupakan Ketua Umum DPP KNPI yang sah sesuai Kongres KNPI Pemuda ke-XV di Bogor, 18 hingga 22 Desember 2020.

Gandung menjelaskan bahwa salah satu musuh pemuda Indonesia saat ini adalah oknum pemuda yang suka mengintervensi organisasi untuk tujuan memecah belah dengan mengadu domba sesama anak bangsa.

“Mental buruk tersebut pernah menjadi cara-cara khas penjajah melemahkan soliditas kaum muda,” ujarnya kepada wartawan Senin (8/3).

Tidak bisa dipungkiri, hal tersebut kini menimpa DPP KNPI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Haris Pertama. Di mana, sambungnya, sekelompok orang menggelar Rapat Pleno abal-abal di Hotel Ritz Carlton pada Sabtu 6 Maret 2021 untuk melakukan “kudeta” terhadap kepemimpinan yang sah dan legitimate.

Alumni GMNI ini tegas mengutuk aksi pelanggaran organisasi tersebut. Menurutnya, “Pleno Ritz Carlton” merupakan bentuk skenario jahat memecah belah pemuda Indonesia.

“Menegaskan bahwa Haris Pertama adalah Ketua Umum DPP KNPI yang didukung barisan pemuda yang solid dan tegak lurus pada idealisme gerakan,” ujarnya.

Dia juga menyatakan ‘perang’ terhadap semua pihak yang terlibat pada agenda pemecah belah pemuda yang berupaya mendelegitimasi DPP KNPI melalui rencana “kongres bersama”.

Sumber: RMOL

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi