Connect with us

Peristiwa

Komnas HAM Targetkan Investigasi Penembakan Laskar FPI Selesai Sebulan

Tayang

-

Komnas HAM Targetkan Investigasi Penembakan Laskar FPI Selesai Sebulan

Jakarta – Komnas HAM melakukan investigasi terkait insiden penembakan enam pengikut Habib Rizieq Shihab dengan memanggil sejumlah pihak. Komnas HAM mengupayakan investigasi ini selesai dalam waktu sebulan ke depan.

“Kami upayakan dalam waktu sebulan ini selesai,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan, Senin (14/12/2020).

“Harapannya begitu (bisa diumumkan Januari) karena terpotong-potong juga liburan Natal dan tahun baru, semoga semua siap ketika dimintai keterangan tambahan (jika diperlukan),” tambahnya.

Dalam investigasi ini, Komnas HAM memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Dirut Jasamarga Subakti Syukur. Seusai pemanggilan keduanya, Komnas HAM akan melakukan pendalaman data.

“Ada beberapa langkah pendalaman data dan informasi yang disampaikan oleh Jasamarga dan Kapolda Metro,” ujar Beka.

Beka mengaku Komnas HAM belum menemukan kendala dalam investigasi insiden penembakan enam pengikut Habib Rizieq. Beka menyebut semua pihak terbuka memberikan informasi kepada Komnas HAM.

“Sampai saat ini belum ada (kendala). Kami apresiasi terhadap keterbukaan kawan-kawan FPI, kepolisian dalam memberi data dan informasi yang dibutuhkan Komnas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjalani pemeriksaan di Komnas HAM. Ia berjanji bersikap kooperatif dan terbuka terhadap jalannya investigasi Komnas HAM terkait peristiwa penembakan pengikut Habib Rizieq.

“Saya gembira bisa hadir di tempat ini. Polda Metro Jaya, Polri akan sangat sangat kooperatif dan terbuka dalam proses investigasi yang dilakukan Komnas HAM,” kata Fadil kepada awak media di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (14/12).

Ke depan, Fadil akan mendukung jalannya investigasi Komnas HAM yang transparan di mata publik. Polisi akan memberikan ruang kepada Komnas HAM dalam menjalani penyelidikan secara independen sambil tetap bekerja dalam mengusut tuntas kasus ini.

“Kami akan berikan fakta berbasis scientific crime investigation. Kami tak mau membangun narasi, kami akan menjadikan fakta, kami tak mau membangun narasi. Dan itu akan kami support kepada Komnas HAM,” tegasnya.

“Polda Metro Jaya akan transparan dan memberikan ruang kepada Komnas HAM agar hasil investigasi ini menjadi akuntabel di mata publik,” ucapnya. (dtk)

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *