Connect with us

Opini

Menakar Ikatan Cinta Penguasa Terhadap Rakyat Kala Covid-19 Meningkat

Tayang

-

Redaksi

Menakar Ikatan Cinta Penguasa Terhadap Rakyat Kala Covid-19 Meningkat

Oleh : Yani Suryani (Pendidik dan Pemerhati Sosial)

Saat ini siapa yang tak tahu sinetron dengan judul “Ikatan Cinta” yang ditayangkan hampir setiap malam di salah satu stasiun swasta di negeri ini. Sinetron yang mengisahkan rumah tangga antara Aldebaran dan Andin membuat banyak penonton menjadi baper. Karena begitu berkorbannya seorang Aldebaran demi mempertahankan ikatan cintanya kepada Andin. Memang kisah ini mengangkat banyak kisah selain kisah peran utamanya.

Sampai-sampai cuitan yang ditulis oleh Menko Polhukam Mahfud MD dalam Twitternya terkaitan sinetron ini pun sempat menjadi trend. “ PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial Ikatan Cinta. Asyik juga sih meski agak muter-muter. Tp pemahaman hukum penulis cerita kuang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum krn membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dlm hukum pidana itu bkn bukti yg kuat” tulisnya. Cuitan ini pun banyak menuai kritik tapi kemudian diluruskan dan dijelaskan maksud dari cuitan tersebut oleh Beliau.

Ikatan cinta adalah gabungan kata yang mampu membuat semua orang berharap akan tercipta sebuah hubungan yang harmonis hingga kebahagian dan kedamaian akan terwujud. Begitu pun ikatan cinta antara penguasa dan rakyat. Karena cinta itu artinya sayang benar.

Penguasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemegang kekuasaan . Arti lain adalah orang yang menguasai. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa penguasa di negeri ini adalah pemerintah yang sedang berkuasa di negari ini. Sedangkan rakyat adalah penduduk suatu negara.

Saat ini Indonesia dalam kondisi pandemi Covid-19. Virus yang berawal dari kota Wuhan China, sampai hari ini belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Bahkan perkembangan jenis dan variannya malah bertambah. Dan negara Indonesia sempat menjadi negara nomor satu di dunia karena tingginya yang terpapar positif dalam jumlah hariannya.

Berbagai langkah pemerintah yang telah dilakukan saat ini memang ada. Namun jika kita lihat secara nasional malah terkesan akhirnya justru rakyat yang akhirnya menanggung beban dari kebijakan pemerintah itu sendiri. PPKM( Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat) yang saat ini sedang diberlakukan oleh pemerintah sejak tanggal 3 hingga 20 Juli ini membuat rakyat malah menjadi seperti serba salah. Sehingga PPKM ada yang menganggap bahwa itu adalah kebijakan yang akan membuat rakyat pelan-pelan kami mati. Padahal sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan UU Nomor 6 Tahun 2018 memiliki konsekuensi negara untuk menjamin nafkah rakyat dan hewan. Padahal undang-undang ini dibuat oleh pemerintah sendiri namun entah mengapa akhirnya pemerintah pun mengeluarkan dan menerapkan UU Darurat Sipil. Lalu apa fungsi undang-undang itu sesungguhnya jika akhirnya bisa dirubah, dan akhirnya bisa untuk tidak dilaksanakan atau dilanggar .

Saat trend Covid-19 meningkat dengan jumlah kasus perharinya yang terus bertambah, rumah sakit pun banyak yang kondisinya penuh dan tak mampu menampung pasien terpapar maupun pasien dengan penyakit lain karena keterbatsan. Belum lagi dengan jumlah nakes yang kewalahan bahkan banyak pula yang akhirnya berguguran saat mereka mengeluarkan energi yang luar biasa untuk menghaddapi pandemi ini. Padahal rakyat begitu berharap terhadap tenaga medis ini.

Belum lagi dengan langka dan susahnya masyarakat ketika memerlukan tabung oksigen yang diperlukan saat pasien terpapar Covid-19 mengalami sesak napas. Dilansir detikfinance 11 Juli 2021, terkait kebutuhan oksigen dalam tabung di tengah kasus pandemi Covid-19 yang meningkat dan penuturan warga yang merasa kesusahan saat mengisi tabung oksigen tersebut.

Di satu sisi pemerintah malah membuka bandara sebagai akses bagi para tenaga kerja asing asal negeri Tiongkok seperti dilansir cnnindonesia.com 4 Juli 2021, 20 pekerja asing asal Tiongkok tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanudin pada Sabtu (3/7) pukul 20.10 Wita dengan menumpang Citilink QG-426 dari Jakarta. Mereka selanjutnya akan bekerjadi PT Huadi Nikel.

Padahal pada saat yang bersamaan PPKM mikro diberlakukan di wilayah Jawa dan Bali.Aturan PPKM ini sudah diperpanjang sebanyak 10 kali sejak ditetapkan pertama kali pada 11-25 januari 2021 di Jawa dan Bali. Lalu , jika seperti seperti apakah ikatan cinta penguasa terhadap rakyatnya jika fakta yang terjadi seperti ini?

Diambil dari berbagai sumber kisah Umar bin khottob yang merupakan mertua Nabi, ketika menjadi pemimpin, Beliau bahkan rela memanggul dan memikul sendiri sekarung bahan makanan untuk diantarkan kepada rakyatnya dengan penuh kehormatan. Tidak dengan melempar dari unta atau kuda yang dijadikan kendaraannya untuk dijadikan tontonan yang menarik. Beliau sangat menjaga kehormatan rakyatnya meskipun orang yang tak dikenal.
Perkataan Amirul Mukminin Umar bin Khottob Rodiyallahu Anhu yang sangat terkenal adalah “ Akulah sejelek-jelek kepala negara apabila aku kenyang sementara rakyatku kelaparan.”

Karantina wilayah atau lockdown pernah terjadi di masa Rosulullah. Rosul pun mengisolasi para penderita penyakit menular dan mematikan saat obat belum ditemukan. Saat itu Rosul melarang dan memperketat wilayah wabah dengan melarang rakyatnya untuk dekat dan masuk ke wilayah yang terkena wabah dan bagi yang berada di wilayah wabah dilarang untuk keluar.

Rosulullah bersabda yang artinya “ Jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka jaganlah kalian memasukinya, tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari)

Ikatan cinta yang tulus berharap ada saat pandemi ini belum bisa teratasi. Saat ini dengan banyaknya berita hoaks yang beredar membuat rakyat justru merasa khawatir yang berlebihan. Hingga situasi yang terjadi adalah ketakutan yang seharusnya pemerintah melalui kementerian terkait bisa meredam berita yang hanya membuat gelisah rakyat. Saat ini rakyat sangat membutuhkan pemimpin yang mampu membuat rasa tenang dan aman. Lalu kepada siapa rakyat berharap ?

Padahal amat jelas kelak setiap kita akan dimintai pertanggungjawakan sekecil apapun kepemimpinan kita. Sabda Rosulullah yang artinya, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya, seorang laki-laki adalah pemimpin keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawabannya, seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawabannya seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya “. (HR. Bukhori)

Wallahu’alam bishshowab

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *