Connect with us

Opini

Menjaga Spirit Ramadhan, Jadilah Insan Robbani

Tayang

-

Redaksi

Menjaga Spirit Ramadhan, Jadilah Insan Robbani

Banten24.com – Ramadhan telah berakhir. Lebaran pun sudah kita lalui dengan tetap bergembira , di tengah kebijakan pemerintah yang melarang mudik pada semua warganya. Karena masa pandemi dan virus yang belum berbaik hati untuk pergi dari negeri ini. Sebelas bulan ke depan kita akan berhadapan dengan bulan yang tidak seperti Ramadhan. Bulan yang didalamnya tidak ada kewajiban berpuasa bagi umatnya. Bulan yang didalamnya tidak ada taraweh disepanjang malamnya.

Puasa yang kita lakukan di bulan Ramadhan kemarin, merupakan kewajiban bagi semua umat muslim yang bertujuan agar kita menjadi umat yang bertakwa sebagaimana tercantum di ayat terakhir perintah puasa. Menjadi umat yang bertakwa di sebelas bulan kedepan merupakan hal yang seharusnya dilakukan bagi semua insan yang telah berpuasa. Memang bukan mudah perkara menjaga keistiqomahan. Tapi bukan berarti itu juga sulit dilakukan.

Kala Ramadhan kita terbiasa berpuasa, taraweh di sepanjang malam, bertadarus, berdzikir, bersedekah dan banyak lagi amalan-amalan yang kita lakukan karena Allah memberikan pahala yang luar biasa. Amat disayangkan jika amal sholeh yang telah kita laklukan hanya berhenti di saat hari kemenangan tiba. Lalu bagaimana dengan predikat taqwa yang diharapkan jika semua itu tak kita lanjutkan?

Insan robbani adalah insan yang selalu merasa dekat dengan Allah dimana pun berada. Merasa rindu untuk berkomunikasi lewat sholat, dzikir dan amalan-amalan lain. Insan yang akan selalu senang jika ada kesempatan untuk menebar kebaikan dan bernilai ibadah dalam rangka meraih taqwa dan pahala. Insan yang tak pernah mengeluh kala ujian datang karena sejatinya ujian itu adalah bentuk kasih sayangnya Allah terhadap manusia.

Menjadi insan robbani sepanjang masa bukankah akan berdampak sangat positif yang luar biasa. Di bulan Ramadhan kita diajarkan kedisiplinan. Untuk menunggu waktu berbuka yang tidak boleh dilakukan sebelum waktunya adalah bentuk kedisiplinan yang luar biasa. Jika kita biasakan dalam aktivitas sehari-hari, bukankah kita akan menjadi manusia yang mampu menghargai waktu.

Sering kita temukan undangan rapat tertera pukul 08.00. Tapi kita akan mengatakan paling dimulainya sejam kemudian. Artinya kita telah membuat komitmen yang sengaja dilangggar bersama. Dan itu menjadi kebiasaaan yang dipermaklum oleh jamaah. Bisa kita bayangkan jika waktu yang seperti itu kita komulatifkan, berapa banyak waktu yang terbuang percuma dan kita akhirnya menjadi pribadi yang menzolimi orang lain yang mencoba untuk datang tepat waktu. Dengan kata lain kita akhirnya menghukumi orang yang disiplin.

Kedsisiplinan adalah perkara yang sering kita anggap kecil namun berdampak besar . Sikap kedisiplinan merupakan ciri orang yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa akan mencoba untuk menegakkan sholat tanpa menunda. Akan bersegara melakukan aktivitas tanpa menunggu sibuk. Bukankah rosul pernah berpesan agar kita mengerjakan yang lima sebelum datang yang lima. Diriwayatkan oleh sahabat Abdullah Ibnu Abbas RA bahwa Rosulullah bersabda: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara , yakni masa mudamu sebelum datang masa tuanya, masa sehatmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang faqirmu, waktu luangmu sebelum datang sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”

Marilah kita jaga spirit Ramadhan. Ramadhan adalah bulan latihan dan saatnya sekarang kita amalkan dan terus dilakukan aktivitas yang akan memiliki dampak luar biasa ini. Sebagai warga negara dalam sebuah negara yang saat ini sedang diuji dengan pandemi, ayo kita terus tingkatkan amalan kita dan berdoa terus tanpa bosan agar pandemi ini segera berakhir. Disiplin dengan cara melakukan aktiviytas untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Agar kita terhindar dari wabah yang saat ini sedang melanda. Bukankah menjadi sehat adalah harapan semua orang. Kesehatan adalah hal yang sangat penting. Saat sehat kita akan mudah melakukan aktivitas apapun termasuk ibadah di dalamnya. Ayo kita tingkatkan amal ibadah agar kita termasuk orang yang bertakwa sebagaimana menjadi tujuan ibadah puasa.

Penulis : Yani Suryani

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *