Connect with us

News

Pasang Kuping Baik-Baik! Dengerin Nih Omongan HRS Center: Habib Rizieq Emang Harus Dikurung

Tayang

-

Redaksi

Pasang Kuping Baik-Baik! Dengerin Nih Omongan HRS Center: Habib Rizieq Emang Harus Dikurung

Banten24.com – Direktur HRS Center, Abdul Chair Ramadhan, blak-blakan dengan menyebut Habib Rizieq Shihab (HRS) memang harus dipenjara sampai melewati Pilpres 2024 mendatang.

Pasalnya, ia mengaku dirinya telah memprediksi bahwa Habib Rizieq akan divonis empat tahun penjara terkait kasus tes usap RS Ummi Bogor.

Menurut dia, hal tersebut sangat kental dengan nuansa politis dibandingkan pertimbangan hukum.

“Vonis tersebut makin memperteguh keyakinan publik bahwa, Habib Rizieq Shihab memang harus masuk bui sampai melewati pilpres dan pileg,” ujarnya, dinukil jpnn.com, Sabtu (26/6/2021).

Lebih lanjut, pihaknya juga menyebut jika majelis hakim enggan melihat fakta-fakta persidangan saat jaksa belum bisa membuktikan keonaran akibat informasi seputar hasil tes usap HRS seperti tuntutan yang dilayangkan tersebut.

Ia menilai kegaduhan yang muncul di media sosial terkait tes usap tersebut sebenarnya tidak bisa disamakan dengan dunia nyata.

“Kegaduhan di media sosial seperti Youtube tidak dapat disamakan dengan keonaran di alam nyata,” tegasnya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun,” demikian vonis yang dibacakan hakim di PN Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

Rizieq dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mendengar putusan tersebut, Habib Rizieq pun langsung menyatakan banding. “Dengan ini saya menolak putusan majelis hakim dan saya menyatakan banding,” tegas Rizieq.

Ia membeberkan sejumlah hal mengapa dirinya tidak terima dengan putusan hakim. Salah satunya soal saksi ahli forensik yang tidak pernah hadir di persidangan.

“Ada beberapa hal yang tidak bisa saya terima, di antaranya adalah menentukan dasar mengajukan saksi ahli forensik, padahal di pengadilan ini saksi ahli forensik tidak pernah ada,” katanya.

“Kedua saya keberatan majelis hakim tidak lagi menggunakan hasil otentik pasal 14 ayat 1946 dan banyak lagi masalah lain saya tidak mau sebutkan,” jelas Rizieq. (we)

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *