Pemkab Tangerang Komitmen Kejar Target Capaian Vaksinasi

Pemkab Tangerang Komitmen Kejar Target Capaian Vaksinasi

TANGERANG – Sebanyak 586.204 warga di Kabupaten Tangerang tercatat telah menerima suntikan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster. Hingga kemarin sudah ada 586.204 atau baru mencapai 26,7 persen warga di Tangerang yang telah menerima vaksin dosis tiga atau booster

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi pada Selasa (12/7) kemarin, mengatakan, angka tersebut akan terus bertambah setiap hari seiring dengan program vaksinasi yang terus dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Mengingat hal tersebut merupakan salah satu komitmen Pemkab Tangerang untuk terus mengejar target capaian vaksinasi yang sudah ditentukan, yaitu dengan membuka layanan vaksinasi di seluruh fasilitas kesehatan.

“Untuk target kita di atas 50 persen lebih dan sampai saat ini kita akan terus mengakselerasi capaian itu. Kami tetap membuka gerai vaksinasi di semua puskesmas dan mengusulkan ke pemerintah pusat agar mewajibkan vaksin kepada warga saat bepergian atau masuk ke pusat perbelanjaan,” katanya.

Hendra menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, Pemkab Tangerang menyiapkan sebanyak 1.200 tempat tidur di 26 rumah sakit yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat kembali melakukan vaksinasi COVID-19, mulai dari dosis pertama, dosis kedua, hingga dosis ketiga (booster). Tahapan penyuntikan vaksin sangat penting untuk meningkatkan daya imunitas tubuh dari paparan virus COVID-19.

“Untuk mengatasi lonjakan kasus, kita masih memiliki 1200 tempat tidur di 26 RS di wilayah Kabupaten Tangerang. Meski begitu, kami selalu mengingatkan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan, selalu pakai masker jika keluar rumah, dan lakukan vaksinasi terutama vaksin booster untuk memperkuat daya tahan tubuh,” tandas Hendra.

Sementara, Kepala Puskesmas Pasirnangka dr Herlin mengatakan, vaksin booster penting untuk semuanya. Karena denga booster imunitas individunya meningkat, yang akan berefek melemahkan kemampuan virus menyerang manusia.

“Kalau semakin banyak yang diberi booster, maka lama kelamaan virus dengan sendirinya akan semakin lemah dan akan seperti virus flu biasa. Kalau sudah seperti itu, aktivitas bisa kembali normal, ekonomi membaik, dampak ke semua sektor juga semakin baik,” ujar dr Herlin saat dihubungi Banten24.com, Selasa (12/7). (b07)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
- Advertisment -
- Advertisment -

BERITA TERBARU