Connect with us

Peristiwa

Pemred Media Online Ditembak, Komnas HAM Jangan Diam saja Ini Ancaman Negara

Tayang

-

Pemred Media Online Ditembak, Komnas HAM Jangan Diam saja Ini Ancaman Negara
Olah TKP penembakan pemred media online Mara Salem Harahap di wilayah Siantar. (ist)

Banten24.comKomnas HAM jangan tinggal diam terhadap kasus penembakan terhadap pemred media online lokal di Simalungun, Sumatera Utara, Mara Salem Harahap.

Pasalnya, peristiwa ini jelas-jelas bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat.

Untuk itu, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendesak Komnas HAM secepatnya bertindak dengan membentuk tim pencari fakta.

“Penyelidikan kasus ini harus dilakukan serius dan tuntas, apa pun latar belakang kejadiannya. Komnas HAM perlu turun tangan untuk membentuk tim pencari fakta,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (20/6/2021).

Muzani menyatakan, penembakan terhadap Marsal itu bukan hanya kasus pembunuhan, tapi juga melukai banyak hal, terutama kalangan pers dan demokrasi.

“Pembunuhan ini juga merupakan ancaman terhadap negara,” tegasnya.

Muzani juga sepakat dengan sikap SMSI bahwa kepolisian harus segera menyelesaikan secara tuntas penanganan kasus penembakan Marsal.

Hasil Olah TKP

Polisi sudah menggelar olah TKP penembakan pemred media online Lassernewstoday.com, Sabtu (19/6). Tim Labfor memeriksa mobil Marsal nopol BK 1921 WR.

Dari dalam mobil, polisi menemukan sebilah pedang/parang dengan sarung kayu bergagang kayu berwarna coklat dan sebuah masker berwarna putih yang berlumur darah.

Selain itu, polisi juga membawa secarik kertas bermodel amplop yang di dalamnya ada kertas berwarna putih yang berlumur darah.

Selain itu, juga satu set sepatu berwarna coklat yang berlumur darah yang diduga milik korban.

Kemudian, petugas pun mengambil sampel bercak darah pada jok, dasboard, serta karpet di dalam mobil.

Tim juga melakukan penyisiran sekitar TKP untuk mencari barang bukti lainnya.

Sementara, polisi juga melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi.

Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo SIK, didampingi Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rachmat Aribowo SIK mengatakan akan memastikan penyelidik ataupun penyidik Satreskrim Polres Simalungun melaksanakan TPTKP dan olah TKP.

“Untuk sebab-sebab meninggalnya korban, anggota kami masih melakukan pendalaman penyelidikan,” katanya kepada wartawan di rumah duka, Nagori Karang Anyar, Gunung Maligas, Sabtu (19/6).

“Saya minta kepada rekan-rekan media mohon waktunya semoga perkara ini segera terungkap. Untuk awal kami sudah melakukan TPTKP dan olah TKP pada kesempatan ini kami juga di beck-up Polda Sumatera Utara,” kata AKBP Agus Waluyo. (pjs)

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *