Pendidikan, Tanggung Jawab Siapa?

Oleh : Yani Suryani (Pegiat Literasi)

Tahun ajaran baru biasa dimulai dipertengahan tahun. Tepatnya di bulan Juli. Saat ini mulai dari satuan pendidikan rendah hingga mulai tinggi pun dimulai. Tak terkecuali pendidikan pada perguruan tinggi yang saat ini untuk masuk dan mendaftar terkadang kita harus memiliki perhitungan yang matang. Karena biaya pendidikan saat ini bukan hal yang murah.

Memang ada beberapa perguruan tinggi yang memberikan beasiswa, namun perlu diketahui bahwa kuota yang diberikan sangat terbatas. Sehingga tetap saya masih belum mampu menampung. Hingga akhirnya tetap saja peluang yang terbesar ada pada perguruan tinggi berbayar dan itu pun tidak murah bagi kebanyakan rakyat Indonesia.

Mendapatkan pendidikan adalah sebuah amanat undang-undang yang menjadi hak seluruh rakyat Indonesia. Bahkan tujuan pendirian bangsa ini saat dibacakan sehari setelah proklamasi kemerdekaan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Jalan yang dapat dilakukan untuk mencerdaskan adalah dengan pendidikan. Namun jika pendidikan saat ini menjadi barang mahal, bagaimana mungkin Negara ini akan mampu mewujudkan cita-cita dan tujuan. Atau boleh jadi pendidikan yang berkualitas hanya akan dinikmati oleh sebagian rakyat yang mampu membayar.

Menelaah pandangan Islam mengenai pendidikan merupakan upaya sadar, terstruktur, terprogram dan sistematis dalam rangka mencapai tujuan. Tujuan dalam pendidikan Islam yaitu : (1) membentuk manusia bertakwa dan berkepribadian Islam dengan pola piker dan pola sikap didasarkan pada aqidah Islam, (2) Mencetak ilmuwan, ulama, pakar yang kapabel dalam jumlah massal yang mampu memenuhi kebutuhan umat dan negara, serta membawa sebuah negara menjadi negara adidaya yang tak tertandingi.

Ulama dan cendekiawan muslim banyak bermunculan saat Islam memperhatikan pendidikan. Sejarah mencatat cendekiawan muslim Ibnu Sina, Al Farabi, Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun dan masih banyak lagi. Hasil karya para pemikir ini hingga sekarang masih dipergunakan. Dijadikan referensi untuk para pelajar yang saat ini menuntut ilmu. Itulah keberhasilan yang sejarah mencatat dan merupakan masa kegemilangan Islam.

Gambaran pendidikan Islam terlihat sejak Rasulullah SAW memerima wahyu dengan Iqro Nya. Membina dan mengajarkan para sahabat dengan aqidah dan syariat di rumah Arqam bun Arqam. Di Madinah, Beliau Saw membebaskan tawanan perang Badar dengan ganti setiap tawanan mengajarkan membaca dan menulis kepada 10 muslimin. Pada masa Amirul Mukminin Umar bin Khatab membuat kebijakan gaji bulanan guru sebesar 15 dinar (setara 60,75 gr emas atau lebih dari 60 juta). Bagaimana Kholifah Harun Al-Rasyid memberikan 1000 dinar (4250gr emas kepada penghafal al-qur’an). Kemudian para khalifah memberikan penghargaan terhadap para penulis buku imbalan emas seberat buku yang ditulisnya.

Banyak lembaga pendidikan didirikan abad 9 dan 10 Masehi di provinsi Timur dan Barat negara Khilafah. Khalifah Harun ar Rasyid memerintahkan setiap masjid harus memiliki sekolah. Abad ke-11 Wazir Nizam al Mulk mendirikan sekolah di seluruh wilayah termasuk Baghdad, Mosul, Basra dan Hera t. Hal ini diikuti oleh Khalifah Nuruddin pada abad ke-12 di Damaskus dan kota besar lain. Cordoba saja ada 70 perpustakaan. Pada suatu masa pemerintahan Islam terdapat 74 perguruan tinggi di Kairo, 73 di Damaskus, 41 di Yerussalem, 40 di Baghdad, 14 di Aleppo, 13 di Tripoli dan masih banyak lagi di mana kesemuanya memberikan pendidikan gratis bagi puluhan ribu pelajar.

Ada Universitas al Mustanshiriah (1227 M) yang didirikan Khalifah al Mustanshir di kota Baghdad memberikan beasiswa 1 dinar dan biaya makan & kebutuhan hidup bagi para siswa dan perawatan kesehatan gratis. Kehidupan keseharian mereka dijamin sepenuhnya oleh negara. Fasilitas sekolah disediakan, seperti perpustakaan beserta isinya, rumah sakit dan pemandian. Juga universitas bergengsi lainnya yang dikenal dunia internasional, seperti Universitas al Qowariyyin di Maroko (859 M), Universitas al Azhar di Mesir (970 M), Universitas Sankore di Mali (abad 14 M), Universitas Istambul di Turki (abad 15 M) dan masih banyak lagi.

Itulah sekelumit gambaran pendidikan yang pernah terjadi dan tercatat dalam sejarah. Jika pendidkan saat ini diberikan ruang dan dperhatikan dengan maksimal, tidak menutup kemungkinan kemajuan peradaban Islam akan terwujud. Wallahu’alam *

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
- Advertisment -

BERITA TERBARU