Connect with us

News

Pengamat Politik Untirta : Pilgub Banten 2022 Nanti, Jangan Dukung Partai Korup

Tayang

-

Pengamat Politik Untirta : Pilgub Banten 2022 Nanti, Jangan Dukung Partai Korup

SERANG – Pengamat politik Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Serang Ikhsan Ahmad mengatakan, dalam beberapa Pilkada di Provinsi Banten, fenomena borong Parpol sudah sering terjadi. Terakhir pada Pilkada 2020 baru lalu.

“Pada Pilkada 2020, fenomena borong Parpol dilakukan oleh beberapa petahana di daerah yang melakukan Pilkada. Alibinya, karena faktor kesamaan persepsi dan tujuan, namun di balik itu semua tentu ada kesepakatan di bawah meja yang tidak bisa dijelaskan,” kata Ikhsan Ahmad, Minggu kemarin (31/1).

Menurut Pengamat politik Untirta itu, hal tersebut juga kemungkinan besar akan terjadi kembali pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2022 mendatang.

Selain pembiayaan yang dilakukan oleh para cukong, ambisi besar mendapat kekuasaan juga bisa dilakukan lewat borong partai.

“Saya belum bisa melihat dan memastikan koalisi yang terbangun nanti seperti apa pada Pilgub Banten 2022. Karena peta politik di Banten masih berpotensi adanya sistem borong Parpol,” kata Ikhsan Ahmad.

Pengajar di FISIP Untirta ini menganalisa, fenomena itu sangat susah dihindari di Banten, sebab untuk menutupi biaya Pilkada itu tidak sedikit, sementara setiap Parpol diduga tidak ada yang mampu untuk membiayainya secara mandiri.

“Makanya kemudian ia mencari pemilik modal, termasuk ada juga yang posisinya menunggu tawaran koalisi, asal deal-dealan cocok, siap bergabung,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Ikhsan, saat ini yang pasti perlu diperingatkan ke masyarakat itu tidak menjadikan proses kontestasi Pilgub Banten 2022 nanti sebagai ajang mencari nafkah atau menukar suatu perubahan suara dengan suatu urusan yang receh.

“Masyarakat jangan pilih pasangan calon yang didukung oleh partai yang korup,” tegasnya.

Selanjutnya, Ikhsan berharap masyarakat jangan memilih calon yang penuh dengan gelembung pencitraan tapi tidak pernah terlihat jejak rekam karyanya.

“Dan yang ketiga masyarakat jangan memilih calon yg tidak clear pada persoalan modal politiknya. Artinya, calon yang diduga terafiliasi sistem ijon itu jangan dipilih, karena dia dipastikan pengkhianat di bawah selimut,” jelasnya. (RBPR/B24)

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *