• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Rabu, 22 Maret 2023
Banten24.com
  • Banten24.com
  • News
  • Seputar Banten
  • Peristiwa
  • Aneka Berita
  • Opini
No Result
View All Result
  • Banten24.com
  • News
  • Seputar Banten
  • Peristiwa
  • Aneka Berita
  • Opini
No Result
View All Result
Banten24.com
No Result
View All Result
Home Opini

Pilpres 2024 Tidak Seksi?! (Bagian 1)

Minggu, 5 Maret 2023 17:07
Pilpres 2024 Tidak Seksi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Bang Lunas

Pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (capres -cawapres) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan Presiden (pilpres) tinggal 7 bulan lagi. Sementara, Pemilihan Umum (pemilu) serentak pilpres dan pileg (pemilihan anggota legislatif) tinggal 11 bulan atau tepatnya jatuh pada tanggal 14 Februari 2024.

Artinya terhitung sejak 14 Februari 2023 yang lalu sudah memasuki tahun politik, yaitu tahun dimana atmosfir politik tanah air mulai memanas, bahkan cenderung terjadi letupan-letupan kecil antara partai politik ataupun relawan salah satu pendukung capres-cawapres tertentu. Mungkin gegara sekarang musim penghujan jadi pada kedinginan kali ya.. hehehehehe..

Jauh sebelumnya, sejak pilpres dilakukan secara langsung pada 2004 diera reformasi. Setiap memasuki tahun politik parpol maupun relawan sudah pasang ancang-ancang mengguncang dunia persilatan perpolitikan tanah air melalui serangan udara, darat maupun laut. Kalau emang ada serangan laut dalam dunia politik sih.. xixixixixi..

Bahkan politik sandera, saling serang, dan buka-bukaan kartu trup kerap dimainkan untuk membuat jiper lawan-lawan politik yang berbeda pilihan berbalik arah, mengubah haluan dan akhirnya bergabung bersama dengan penuh keterpaksaan. Karena jika tidak mau bergabung akan berurusan dengan jeratan hukum. Barbar gak tuh..? Kek,,, kelakuan anak pejabat itu yang aniaya bocah tanpa berperikemanusiaan itu.

Berbeda dengan kali ini, pilpres 2024 terasa landai tanpa turbulensi politik yang membuat rakyat terguncang, kalaupun ada hanya dinamika politik dengan intensitas rendah sebagai pemanis hadapi rutinitas hajatan demokrasi 5 tahunan.

Lah… Kok bisa gitu sih, Bang..? Pasca Reformasi 1998 tiap mau pilpres kan biasanya sumpah serapah, caci-maki, saling menjatuhkan dan menebar kebencian sudah memenuhi beranda dan komentar dimedsos, Bang…

Nah… Itulah uniknya Indonesia, Ibu Pertiwi selalu menjaga sesama anak bangsa secara mekanis dengan caranya sendiri agar bisa hidup berdampingan dengan rukun, tenteram, nyaman dan aman di Tanah Air Tercinta ini. Iya gak siiih.. hehehehe .

Mengapa Pilpres 2024 sudah tidak seksi lagi..?

Begini ceritanya Lur… Menurut bukan pengamat politik, musibah non bencana alam pandemi Covid-19 yang menimpah seisi semesta alam dibelahan dunia tidak terkecuali Indonesia, mulai membuka mata hati dan kesadaran pemimpin Indonesia akan arti penting bergotong – royong, bahu membahu, bekerja sama dan atau berkolaborasi untuk berjuang menyelamatkan bangsa dari keterpurukan disemua sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Walau masih ada pejabat yang nakal juga sih memanfaatkan situasi untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya.

Memasuki pasca pandemi Covid-19, para pemimpin Indonesia semakin sadar akan arti penting persatuan dan kesatuan yang membuat bangsa ini mampu melalui masa-masa sulit yang penuh penderitaan dengan gemilang, walaupun tidak sedikit rakyat kehilangan mata pencaharian ataupun kehilangan sanak-saudaranya.

Kesadaran para pemimpin dan atau elit parpol untuk lakukan evaluasi perjalanan demokrasi di Indonesia pasca 24 tahun reformasi kian menemukan bentuknya.

Demokrasi adalah alat untuk mencapai tujuan cita-cita luhur kemedekaan Indonesia 17 Agustus 1945, sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, dengan berlandaskan Pancasila yang Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pilpres 2024 bukanlah tujuan, pilpres 2024 adalah alat untuk mencapai tujuan.

Bercermin dari pilpres sebelumnya kerap kali melahirkan polarisasi yang memecah belah sesama anak bangsa. Masyarakat terbelah menjadi dua kutub yang berseberangan, dengan istilah cebong dan kampret, kini cebong dan kadrun.

Pemimpin dan elit parpol Indonesia kini mulai menggunakan “Kaca Benggala” atau “Koco Benggolo. Dalam Babad Mataram, “Kaca Benggala” diartikan cermin keburukan, yaitu kelakuan, perbuatan, kejadian yang tidak boleh ditiru atau diulang kembali.

Bersambung..

Kita sudahi dulu tulisannya sampai disini ya Lur… Terimakasih yang sudah mau mampir dan membaca. Jangan bosen, apalagi kesurupan, supaya baca lagi tulisan bagian kedua.

Dan Mohon maaf jika ada kata atau kalimat yang kurang berkenan dan cara pandang yang berbeda, mari kita jadikan perbedaan sebagai rahmatan lil alaamiin.

Penulis adalah Anak Warung Kopi Pinggir Jalan dan Bukan Pengamat Politik

Follow Berita Banten24.com di Google News

TERKINI

Meluruskan Kebingungan Rizal Fadillah
Opini

Meluruskan Kebingungan Rizal Fadillah

4 Maret 2023
Konsistensi PAN Dalam Koalisi Pemerintah Jokowi-Ma'ruf
Opini

Konsistensi PAN dalam Koalisi Pemerintah Jokowi-Ma’ruf

3 Maret 2023
Lutfi Nasution
Opini

Lutfi Nasution, Kokoh Menghadang Gangguan Terhadap Partai

11 Februari 2023
Minyakita
Opini

Program B35 Jalan, Minyakita Menghilang ?

9 Februari 2023
Bobroknya Moral Generasi Bangsa
Opini

Bobroknya Moral Generasi Bangsa, Kesalahan Siapa?

28 Januari 2023
Makmurkan Masjid Kita
Opini

Makmurkan Masjid Kita

18 Januari 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Tim Pemenangan Anies

Tim Pemenangan Anies ‘Amanat Indonesia’ Gelar ‘OPUNG’ di Palmerah

21 Maret 2023
Potongan Kaki Manusia Kembali Ditemukan di Kali Cimaceri Pasir Bolang

Potongan Kaki Manusia Kembali Ditemukan di Kali Cimaceri Pasir Bolang

20 Maret 2023
Pawai Obor Katar Unit RW 09 Grogol Meriah

Pawai Obor Katar Unit RW 09 Grogol Meriah

22 Maret 2023
PT Waskita Karya

PT Waskita Karya Bantu Pembangunan Masjid Baitul Mukminin Pabuaran Tigaraksa

13 Maret 2023
Pasha Ungu Jalan Kaki Ikut Pawai Obor Bareng Warga Jembatan Besi

Pasha Ungu Jalan Kaki Ikut Pawai Obor Bareng Warga Jembatan Besi

21 Maret 2023
Soal Maraknya Galian Tanah

Soal Maraknya Galian Tanah, Dinas ESDM Banten: Secara Tata Ruang di Kabupaten Tangerang itu Tidak Diperbolehkan

20 Maret 2023
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Kontak
Call us: +62 813-8483-8679

© 2023 Banten24.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Headline
  • News
  • Seputar Banten
  • Peristiwa
  • Aneka Berita
  • Opini
  • Iklan

© 2023 Banten24.com - All Right Reserved

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?