PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Perkara Perbuatan Melawan Hukum Antara Pilot dengan Batik Air

PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Perkara Perbuatan Melawan Hukum Antara Pilot dengan Batik Air

JAKARTA – Sidang gugatan perkara perbuatan melawan hukum antara Pilot dengan Batik Air dalam perkara No: 811/Pdt.G/2021/PN JKT PST, berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Kamis (9/6), dengan agenda sidang saksi dari Penggugat.

Dalam gugatan ini, Penggugat seorang Pilot senior yang telah dikontrak dengan perjanjian ikatan dinas penerbangan sejak 14 Oktober 2019 sempai dengan 13 Oktober 2025, namun secara sepihak sejak 31 Juni 2021 penggugat dinon aktifkan oleh tergugat.

Melalui kuasa hukumnya, Shinta Marghiyana SH MH, dikatakan bahwa penonaktifan secara sepihak itu dinilai bentuk kesewenangan dan merupakan perbuatan melawan hukum, dengan dalil hard landing dimana seharusnya seperti halnya dalam undang-undang penerbangan di jelaskan bahwa apabila seorang pilot melakukan hard landing atau kesalahan harus dilakukan training ulang.

“Karena dalam undang-undang penerbangan tidak bersifat untuk memecat /menghukum seorang pilot, karena menurut saksi-saksi yang dihadirkan pada sidang hari ini, seorang pilot beribu-ribu jam atau sekelas senior pun pasti pernah melakukan hard landing, karena adanya faktor cuaca misalnya,” jelas Shinta dalam keterangannya yang diterima Banten24.com, Jumat (10/6).

Dalam hal ini penggugat melalui kuasa hukumnya Shinta Marghiyana SH MH menginginkan dalam gugatannya meminta beberapa hal yaitu pihak tergugat membayarkan sisa gaji dan ganti rugi akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tergugat, dan menerbitkan lolos butuh untuk penggugat. (b07)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
- Advertisment -

BERITA TERBARU