Connect with us

Seputar Banten

Polda Banten Bongkar Kasus Mafia Tanah Libatkan Oknum Pegawai Kecamatan

Tayang

-

Redaksi

Polda Banten Bongkar Kasus Mafia Tanah Libatkan Oknum Pegawai Kecamatan

Serang – Kasus mafia tanah yang melibatkan oknum pegawai Kecamatan berhasil diungkap Polda Banten.oknum berinisial JS (46) diketahui pegawai Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang.

Selain JS, polisi juga menetapkan dua orang rekannya sebagai tersangka yakni SD (49) dan LJ (61). Mereka diduga melakukan tindak pidana pemalsuan Akte Jual Beli (AJB).

Direktur Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Martri Soni mengatakan, ketiga tersangka memalsukan akta jual beli tanah seluas 2.676 meter persegi di blok 001, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

“Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat tanah untuk menguntungkan diri sendiri,” kata Martri kepada wartawan di Mapolda Banten. Jumat (19/2/2021).

Martri menjelaskan, tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu JS (46) yang merupakan ASN staf Ekbang Kecamatan Pabuaran, kemudian SD (49) pemberi blangko AJB sekaligus pembeli dan LJ (61) yang mengaku sebagai ahli waris.

Pengungkapan mafia tanah itu, lanjut Martri, bermula dari laporan Apipah (53) warga Kampung Kramat Palempatan Kelurahan Sukajaya Kecamatam Curug, Kota Serang pada 17 Juli 2020 lalu.

“Korban tidak merasa menjual dan menandatangi surat atau dokumen apapun, atas peralihan tanah, apalagi AJB nomor 231/2019 tanggal 11 Februari 2019,” terang dia.

Baca juiga: Jika Ada Warga Tolak Sampah Tangsel, Walkot Serang Janji Batalkan Kerja Sama

Martri menambahkan, akibat kejadian itu korban mengalami kerugian secara materil senilai Rp1,3 miliar berdasarkan harga tanahnya. Selanjutnya, tersangka SJ dijerat pasal 263 ayat 1 dan atau pasal 264 ayat 1 KUHP. Tersangka SD dijerat pasal 263 ayat 2 dan atau 264 ayat 2 KUHP.

Sedangkan LJ dijerat pasal 263 KUHP Jo pasal 55 KUHP. “Ketiganya terancam pidana penjara selama 6 tahun,” tandas Martri. []