Connect with us

News

Polri: Laporkan Kepada Kami Jika Melihat Ada Polisi Dugem di Tempat Hiburan

Tayang

-

Redaksi

Polri: Laporkan Kepada Kami Jika Melihat Ada Polisi Dugem di Tempat Hiburan

Banten24.com – Pasca insiden aksi koboi anggota Polri Bripka CS yang mabuk dan menembak mati anggota TNI AD dan tiga karyawan RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram Kapolri bernomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 25 Februari 2021. Adapun itu ditunjukkan kepada para Kapolda.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan surat tersebut. Menurut dia, hal ini mengantisipasi peristiwa serupa terulang lagi.

“Iya betul, sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa tak terjadi lagi, sekaligus untuk menjaga soliditas dengan TNI yang selama ini berjalan baik,” kata Argo, Kamis (25/2021).

Sementara itu, Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono meminta publik untuk melapor apabila melihat ada anggota polisi yang dugem di tempat hiburan malam.

“Ada mekanisme pengawasan internal yaitu melalui inspektorat dan propam. Jika ada perilaku anggota yang melanggar ketentuan, maka propam akan melakukan tindakan terhadap anggota yang melanggar,” kata Rusdi, Jumat (26/2/2021).

Mekanisme termasuk melalui laporan dari masyarakat kemudian di tindak lanjuti laporan tersebut. Dan mekanisme berikutnya anggota propam turun ke lapangan memantau perilaku anggota di lapangan.

“Benar (silahkan masyarakat lapor),” tambahnya.

Berikut kelima poin dari isi telegram Kapolri tersebut, yakni:

  1. Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan melaksanakan proses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan proses pidana.
  2. Secara proaktif terus meningkatkan sinergitas antara Polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu, keagamaan, olahraga, bersama, kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.
  3. Memperketat proses pinjam pakai senpi dinas yang hanya diperuntukan bagi anggota Polri memenuhi syarat dan tidak bermasalah serta memperkuat pengawasan dan pengendalian dalam pemakaiannya.
  4. Memerintahkan para Kasatwil dan pengemban fungsi Propam untuk melaksanakam koordinasi dengan satuan TNI setempat dan POM TNI untuk terus mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan atau permasalahan antara anggota Polri dan TNI secara cepat, tepat, tuntas, dan berkeadilan.
  5. Pada kesempatan pertama melaporkan upaya-upaya penanganan dan pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI yang telah dilaksanakan di masing-masing wilayahnya kepada Kapolri.

Editor: Rudi Stanza
Sumber: BeritaSatu.com

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *