Connect with us

Seputar Banten

PPKM Darurat, Pendaftaran untuk Akad Nikah 3 Sampai 20 Juli Ditiadakan

Tayang

-

Redaksi

PPKM Darurat, Pendaftaran untuk Akad Nikah 3 Sampai 20 Juli Ditiadakan

Banten24.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Serang Kota Serang membatasi layanan pendaftaran pernikahan bersamaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala KUA Kecamatan Serang, Komar mengatakan pendaftaran pernikahan hanya dilakukan secara online melalui website simkah.kemenag.go.id

“Kami tidak menerima pelayanan offline dan sebetulnya ini sedang dilaksanakan Work Form Home (WFH) serta dibatasi,” ujarnya di KUA Kecamatan Serang, Jalan KH Abdul Latif Komplek Pemda Sumur Pecung, Kota Serang, Jumat (9/7/2021).

Komar mengatakan kebijakan tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2021 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama pada masa PPKM Darurat Covid-19.

Adapun teknis pelaksanaan diatur dalam Surat Edaran Nomor P001/DJ.III/Hk.007/07/2021 Tentang Petunjuk Pelayanan Nikah Pada Kantor Urusan Agama (KUA) masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dalam surat edaran itu diatur, pendaftaran pernikahan dengan hari pelaksanaan akad nikah pada 3 sampai 20 Juli 2021 ditiadakan.

Pelaksanaan nikah selama PPKM Darurat hanya bagi calon pengantin yang telah mendaftar sebelum tanggal 3 Juli dan telah melengkapi dokumen persyaratan.

Calon pengantin, wali nikah, dan dua orang saksi dalam kondisi sehat serta menunjukan bukti hasil negatif swab yang berlaku 1×24 jam sebelum pelaksanaan akad.

Menandatangani surat pernyataan kesanggupan mematuhi protokol bermaterai yang cukup sebagaimana form terlampir.

Jika protokol kesehatan tidak terpenuhi, maka Kepala KUA Kecamatan/penghulu dapat menunda/membatalkan pelaksanaan akad nikah.

Komar menjelaskan KUA yang dipimpinnya melayani sekitar 300 pasangan yang menikah jelang Idul Adha dan sebelum pandemi Covid-19.

Menurut Komar, sejak adanya surat edaran terkait PPKM Darurat pihaknya pun tidak menerima pendaftaran nikah.

Adapun data pendaftar nikah sebelumnya pada Juni sekitar 56 orang dan 1 Juli ada 15 orang.

Sebelum tanggal 3 Juli, Komar masih melayani pendaftaran offline, namun sejak PPKM Darurat pernikahan dibatasi hanya 6 orang saja termasuk pasangan pengantin, penghulu, wali nikah dan dua orang saksi baik di kantor maupun di rumah.

“Dokumen persyaratan harus lengkap, surat keterangan swab dan sebagainya,” ujar H Komar yang juga Ketua Asosiasi Penghulu Provinsi Banten.

Dia berharap PPKM tidak diperpanjang dan Corona bisa segera teratasi karena banyak keluhan di masyarakat terutama yang jualan harian.

Selain itu dia juga merasa kasihan pada calon pasangan yang akan menikah dan sudah sewa gedung harus dibatalkan lantaran PPKM Darurat.

“Di gedung dibatalkan, kasihan pada nangis, ada yang marah adanya PPKM,” ungkapnya.

Dijelaskannya akad nikah di gedung dibatasi hanya bisa dihadiri 30 orang dan tidak melayani makan di tempat.

Dia juga berharap agar Covid-19 segera berakhir agar agenda masyarakat seperti rencana pernikahan dapat dilakukan secara normal.

Sumber: tribun