Connect with us

News

Puluhan Massa GMBI Minta Bangunan 4 Lantai Segera Ditindak dan Dibongkar

Tayang

-

Redaksi

Puluhan Massa GMBI Minta Bangunan 4 Lantai Segera Ditindak dan Dibongkar

Banten24.com – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) mendesak agar bangunan yang berada di Jalan Kav Polri blok D.X No. 1084 Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat untuk segera ditindak dan di bongkar.

Dari keterangan yang dihimpun, bangunan yang berdiri kokoh itu sebelumnya sudah disegel, namun anehnya, hingga kini pengerjaannya masih terus berjalan, GMBI menduga ada oknum anggota DPR RI yang membekingi.

Terkait hal itu, puluhan massa dari GMBI menggelar aksi demo didepan kantor Dinas Cipta Karya Tata Ruang Dan Pertanahan DKI Jakarta, Jalan Taman Jati Baru, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, (1/7/2021).

Salah satu pendemo melalui orasinya mengatakan, bahwa pembangunan proyek tersebut tidak sesuai perizinan, dan melanggar Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung, dengan membangun melebihi ketinggian yang seharusnya di bangun 3 lantai kini menjadi 4 lantai.

Ditambahkan Ketua Distrik GMBI Jakarta Barat, Muhtar, dalam orasinya menyampaikan, bahwa bangunan yang akan didirikan empat lantai itu sudah mengganggu kenyamanan warga, dimana warga yang yang berada dibawahnya tidak mendapat sinar matahari.

“Jangan karena kalian punya duit, seenak enaknya kalian membangun sampai empat lantai, warga sudah menjelaskan matahari itu ciptaan tuhan yang maha esa. Tidak boleh anda membangun setinggi langit hanya karna anda punya duit yang banyak sehingga yang dibawah kalian tidak memberikan sinar matahari,” tegas Muhtar.

Selain itu kata dia, warga juga butuh sehat apalagi di jaman pandemi ini karena di jaman Covid-19 ini sangat dibutuhkan yang namanya sinar matahari, jadi jangan seenak-enaknya membangun.

“Kalau sudah ada kesepakatan atau tidak menambah lantai lagi jangan memaksakan kehendak,” ujarnya.

Dalam hal ini, GMBI menilai bahwa Undang-undang Penataan Tata Ruang sudah dikangkangi, dan sinyal penegak perda lemah.

Dikesempatan yang sama, Todo Siagian SH salah satu pengacara warga, mengatakan dengan adanya bangunan yang melanggar ketinggian dua belas meter itu sudah mengganggu ketenangan lantaran warga tidak memiliki sinar matahari.

“Warga yang tadinya hidup tenang memiliki sinar matahari yang diberikan tuhan jadi tertutup oleh tingginya 12 meter penambahan bangunan tersebut. Padahal sesuai aturan IMB tidak boleh melebihi ketinggian,” bebernya

Sebelumnya sambung Todo, warga sudah mediasi dengan pemilik bangunan didampingi pihak kontraktor, dan dari mediasi tersebut dibuat kesepakatan bahwa pemilik tidak akan membangun melebihi dari tiga lantai.

Dari kesepakatan belah dua pihak, warga pun merasa tenang, namun dengan arogansinya tiba-tiba bangunan itu naik menjadi empat lantai.

“Waktu itu warga merasa tenang, tak beberapa lama kemudian malah membangun ketinggian secara diam-diam. Selanjutnya pembangunannya dihentikan oleh warga melalui ketua RT dan RW setempat tapi masih tetap membandal akhirnya daripada terjadi keos antara warga dengan pemilik bangunan di stop lah mobil material yang menuju proyek bangunan tersebut,” jelasnya.

Namun penyetopan mobil proyek itu tak berhasil lantaran adanya pengawalan dari Kapolsubsektor Jelambar 3 yaitu Inspektur Polisi Cesar Manulang sehingga mobil proyek dapat masuk ke bangunan yang sudah disegel.

“Inilah terkadang saya melihat kepemerintahan kita arogansi sekali padahal bangunan tersebut sudah disegel oleh pihak Suku Dinas Cipta Karya Dan Pertanahan Jakarta Barat. Saya berpikir kok ini arogansi sekali polisi. Yang sudah jelas-jelas melanggar hukum kok malah dibela,” ucapnya. (b02)

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *