Connect with us

Seputar Banten

Sekda Rapat Vaksinasi Massal Bersama Pengelola Sentra Vaksin

Tayang

-

Redaksi

Sekda Rapat Vaksinasi Massal Bersama Pengelola Sentra Vaksin

Banten24.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyied memimpin rapat Vaksinasi di pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun Kota Tangerang, Senin (5/07/2021).

Sekda mengatakan pelaksanaan vaksinasi terus berjalan lancar, tahapan vaksinasi berlanjut di beberapa vaksin senter yang terbagi di wilayah baik kecamatan, puskesmas, mall, kampus, Rumah Sakit, hingga di perusahaan yang memiliki fasilitas kesehatan.

“Saat ini kita rapat Vaksinasi dengan pengelola vaksin senter, menjadwalkan dan mengevaluasi kembali kegiatan vaksinasi,” ujar Sekda.

Saat ini hadir sekitar sembilan pengelola Vaksin senter mulai dari Spring Club, Lippo Karawaci, Maxx Box, Summarecon Mall Serpong, Kampus Unika Atmajaya, Suparna Sutra, Q-Big Mall dan ada juga PT. Paragon, ungkap Sekda

“Pak Bupati saat ini sedang mengupayakan kuota vaksin agar lebih cepat, untuk itu kita akan terus distribusikan ke sentra-sentra vaksinasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan vaksinnya,” kata sekda.

Sementara Pemkab Tangerang sendiri sudah menargetkan sekitar 2 juta masyarakat Kabupaten Tangerang mendapatkan Vaksinasi hingga Desember 2021.

Baca juga: Pemkab Tangerang Sulap Gedung Bersama Keagamaan Jadi Rumah Singgah Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Desriana Dinardianti menambahkan target Vaksinasi sampai dengan Desember 2021, selama enam bulan sekitar 2 juta orang, hingga 4 Juli 2021, capaian vaksinasi 166.110 orang.

“Kita terus melakukan vaksinasi baik di puskesmas, kecamatan hingga setra vaksinasi yang lainnya hingga terget tercapai,” jelas Kadinkes saat rapat terbatas.

Saat ini tingkat penularan covid-19 sangat tinggi, membuat kendala untuk melakukan vaksinasi secara massal, ada lagi tenaga medis yang terpapar sehingga keterbatasan tenaga medis membuat kesulitan bagi Dinkes melakukan terobosan besar.

“Saat ini penularan sangat tinggi dibandingkan tahun lalu, hingga tenaga medis kita banyak yang terpapar,” kata Desi. (Heri)