Opini

Selamatkan Generasi Z dengan Islam

Oleh: Erna Ummu Aqilah (Member AMK)

Generasi z merupakan orang-orang yang terlahir pada kurun waktu sejak 1995 sampai 2010. Generasi z disebut juga dengan iGeneration, Generasi Net atau Generasi Internet. Mereka adalah yang hidup di masa digital.

Generasi ini tidak mengenal masa saat telepon genggam belum diproduksi, atau saat mayoritas mainan sehari-hari masih tradisional. Mereka merupakan generasi muda yang tumbuh dan berkembang dengan ketergantungan besar pada teknologi digital.

Namun tak bisa dipungkiri generasi z merupakan generasi yang mahir, dalam mengoperasikan berbagai jenis teknologi digital dibanding generasi sebelumnya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang, prilaku, kepribadian, bahkan pada pendidikan. Selain terdapat unggulan, generasi ini juga terdapat kelemahan.

Apalagi di saat pandemi, generasi z lah yang paling merasakan dampaknya. Selain banyak orangtua yang terkena PHK dan berpengaruh terhadap perekonomian keluarga, juga adanya disrupsi pembelajaran atau pelatihan gen z.

Mereka sudah beberapa kali mengalami pergantian kurikulum. Pada tahun 2004 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada tahun 2006 berganti menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dan berganti lagi menjadi Kurikulum 2013 yang berbasis sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Dan di masa pandemi seperti sekarang terpaksa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), semua tugas-tugas sekolah harus dilakukan secara online.

Gen z juga mengalami Ujian Nasional UN dengan bergonta-ganti nama mulai dari, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan di masa pandemi saat ini UMBK juga akan berganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai penentu kelulusan.

Tidak jelasnya arah pendidikan, membuat sebagian generasi z menjadi putus asa dan mengabaikan pendidikan. Mereka lebih tertarik melakukan hal-hal yang tidak berfaedah demi menghilangkan kejenuhan seperti, main game online, nonton drakor, main aplikasi-aplikasi tak berfaedah bahkan membuka situs-situs porno. Akibatnya banyak yang kecanduan dan menjadi malas, abai tak peduli lagi dengan pendidikannya.

Padahal generasi ini seharusnya menjadi harapan demi masa depan dan kemajuan bangsa, karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini ditentukan. Disaat usia masih muda dan kondisi fisik masih kuat dan sehat seharusnya, mereka bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam mewujudkan cita-cita.

Namun, di sistem kapitalis sekuler mereka menjadi korban. Negara yang seharusnya siap dan mampu mengarahkan sumber daya yang ada, justru hadir hanya sebagai regulator saja. Negara gagal membendung aplikasi-aplikasi merusak dan menjaga serta, memfasilitasi segala kebutuhan dalam menunjang pendidikan. Akibatnya mereka cenderung tidak siap dalam menghadapi kehidupan ini.

Berbeda dengan diterapkannya sistem Islam, dalam Islam pendidikan dipandang sebagai kebutuhan pokok warga negara karenanya negara wajib memenuhinya. Seharusnya negara mengerahkan segenap sumber daya yang ada, untuk menciptakan sistem yang dibutuhkan dalam pendidikan.

Negara bertanggung jawab penuh dalam menyediakan anggaran sesuai kebutuhan, seperti menyediakan guru-guru yang berkualitas, menyediakan sarana dan prasarana tanpa bergantung pada swasta. Karena dengan ketergantungan ke pihak swasta berpotensi lalainya kewajiban bahkan, menjadikan pendidikan sebagai objek untuk menarik manfaat pihak tertentu. Sehingga negara mampu mengatasi berbagai kendala teknis dan lainya.

Negara memastikan seluruh generasi memperoleh pelayanan dengan mudah. Dan dengan pendidikan berbasis akidah, mampu membentuk generasi yang bertakwa serta unggul di segala bidang.

Jadi hanya dengan diterapkannya sistem Islam, negara mampu melindungi generasi dari segala bentuk kerusakan, serta mencetak generasi yang bertakwa, dan unggul diberbagai bidang baik sains maupun teknologi. Sehingga siap membangun negara serta mampu bersaing dengan dunia. Wallahu A’lam Bishshawwab.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi