Beranda Opini Setidaknya Jadilah Pahlawan Untuk Diri Sendiri

Setidaknya Jadilah Pahlawan Untuk Diri Sendiri

Setidaknya Jadilah Pahlawan Untuk Diri Sendiri

Penulis: Ummu Fikri (Pendidik dan Pegiat LIterasi)

Di bulan November kita memperingati hari Pahlawan tepatnya di tanggal sepuluh. Baru beberapa hari yang lalu tanggal itu pun kita lewati. Pahlawan diartikan orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Tanggal 10 Nopember ditetapkan sebagai hari pahlawan bermula dari pertempuran Surabaya di tahun 1945, pertempuran tersebut terjadi antara pasukan Indonesia melawan pasukan Inggris usai Proklamasi Kemerdekaan. Pertempuran itu seolah menjadi pertaruhan harga diri bagi kemerdekaan yang telah diproklamirkan.

Jika kita sebagai warga negara yang menjunjung tinggi harga diri, maka seharusnya kita mampu berlaku dan bertingkah laku sebagaimana para pahlawan yang saat itu merasa kemerdekaan yang telah diproklamirkan tidak dengan seenaknya saja direbut kembali oleh para negara serakah sang penjajah.

Mengambil dari semangat pahlawan seharusnya kita sebagai pribadi yang hidup di negara Indonesia mampu memertahankan diri demi sebuah kebenaran, kejujuran dan apapun yang menjadi semangat pahlawan. Saat ini kita berperang bukan melawan para penjajah. Namun saat ini justru kita sedang berperang melawan hal-hal yang tidak sejalan dengan hati nurani.

Contoh kecil, saat kita ingin naik jabatan lalu ada penawaran dengan syarat ada sejumlah nominal rupiah yang harus dikeluarkan, maka itulah artinya kita ada perang antara nurani dan ambisi. menjadi wakil rakyat dan penguasa saat ini pun sudah bukan rahasia lagi untuk modal yang tidak sedikit. Untuk mendapatkan suara yang melimpah. Bahasa jalan tol dan jalan biasa seolah menjadi penawaran dalam setiap pengurusan apapun, jadilah uang akan menjawab semuanya.

Sebagai warga negara yang beragama, tak ada satu agama pun yang membolehkan suap. Karena dalam suap ada ketidakjujuran, menzalimi orang lain dan ada sebuah pelanggran. Apalagi Indonesia yang mayoritas warganya beragama islam, maka suap adalah bagian dari larangan yang tak boleh dilakukan bahkan dilaknat oleh Allah.

Jika kita setiap tahun selalu memperingati Hari Pahlawan, seharusnya kita menjadi pribadi yang bertambah baik dan menjauhi dari hal-hal yang bukan sifat dari seorang pahlawan. Minimal kita menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri, dengan menjunjung tinggi idealisme, kejujuran dan taat pada petuah agama karena kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Kebaikan dan keburukan sebesar dzarrah pun semua akan ada balasannya, begitu Allah menjelaskan dalam firmanNya.

Jangan kita menjadi pribadi yang ingin mulia di mata manusia, namun kita abai akan ketaatan pada Allah. Rela melakukan pelanggaran terhadap aturan Allah untuk sebuah ambisi dan jabatan. Mencari kebaikan di sisi Allah bukankah itu kebaikan dan berkah buat kita. Dan itu merupakan salah satu sifat pahlawan yang selalu menjunjung kebenaran.

Wallahua’lam

SebelumnyaBanjir Rendam Sejumlah Wilayah Kabupaten Tangerang, Muspika Tigaraksa Gelar Apel Siaga Bencana
BerikutnyaLurah Tanah Sereal Resmikan Rumah Ketua RT yang Baru