Soal K3, Ini Penjelasan Pelaksana Proyek Pembangunan 2 Gedung Blok B1 Puspemkab Serang

Soal K3, Ini Penjelasan Pelaksana Proyek Pembangunan 2 Gedung Blok B1 Puspemkab Serang

SERANG – Soal ramainya pemberitaan di beberapa media siber tentang proyek pembangunan 2 gedung Blok B1 Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, yang dikerjakan oleh PT. Karya Tunas Mandiri Persada dengan nilai anggaran Rp 28.648.674.000 bersumber dari dana APBD- DAU- Kabupaten Serang. Yang berlokasi di Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang-Banten.

Pihak pelaksana PT. Karya Tunas Mandiri Persada yang biasa disapa Mulyadi alias Muh Memberikan Klarifikasi dimana sebelumnya telah ramai pada pemberitaan soal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan soal Kontak Whatsapp beberapa awak media yang di blokir oleh dirinya.

Dalam keterangnnya saat di temui dilokasi pekerjaan Muh menerangkan bahwa terkait (K3) sudah Ia fasilitasi sesuai prosedur. “Kami sudah sesuai prosedur K3 sebelum di mulainya pekerjaan ini, para pekerja sudah kami ingatkan agar selalu menggunakan K3, karena K3 itu penting untuk keselamatan mereka hanya saja mungkin karena merasa tidak terbiasa menggunakannya jadi merasa ribet,” terangnya. Senin, (26/9/2022).

“Namun jika dibandingkan yang menggunakan dengan yang tidak menggunakan masih banyak yang menggunakan, dan sekarang mulai disiplin semuanya harus menggunakan K3 silahkan temen-temen lihat sendiri,” imbuhnya.

IMG 20220927 WA0063

Muh juga meminta maaf mengenai beberapa kontak whatsapp awak media yang telah di blokirnya. “Kami meminta maaf kepada temen-temen wartawan, khususnya saya pribadi jika ada yang tersinggung dengan tindakan saya yang telah memblokir kontak whatsapp temen-temen Wartawan” ucapnya.

Muh menambahkan, Hal itu Ia lakukan karena sebelumnya dirinya mendapat laporan bahwa ada sekitar 8 orang oknum tanpa izin dan konfirmasi sebelumnya telah lancang masuk ke mes kami. Dimana 8 oknum tersebut mengaku dari media dan LSM.

“Sejak kejadian itu saya jadi berfikir sedikit negatif, saya juga datangin ketua RT dan RW untuk menanyakanya, sebab saya khawatir yang datang tersebut adalah warga, tapi ketua RT dan RW mengatakan bahwa tidak ada aduan dari warganya soal proyek dan warga tetap kondusif, padahal saya rasa selama ini saya welcome atau terbuka terhadap temen-temen wartawan dan LSM maupun warga sekitar,” tambahnya. (AL)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
- Advertisment -

BERITA TERBARU