Connect with us

Seputar Banten

Soal Pungli Bansos di Kota Tangerang, Wali Kota: Silahkan Lapor Ke Pihak Berwajib, Tidak Perlu Takut

Published

on

Soal Pungli Bansos di Kota Tangerang, Wali Kota: Silahkan Lapor Ke Pihak Berwajib, Tidak Perlu Takut

BANTEN24.COM, TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menegaskan tidak akan mentolerir perbuatan pungutan liar bantuan sosial (Pungli Bansos) kepada masyarakat dalam penyalurannya di Kota Tangerang. Baik itu ada oknum di tingkat RT, RW, PSM maupun Aparatur Sipil Negara Pemkot Tangerang.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menegaskan Pemkot Tangerang tidak mentolerir tindakan pungutan liar di Kota Tangerang yang dilakukan dari pihak manapun terkait bantuan sosial termasuk pendamping PKH.

“Jika ada yang mengetahui atau mengalami adanya tindakan tersebut silahkan dilaporkan ke pihak berwajib, tidak perlu takut,” ujar Arief yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (28/7).

“Apapun jenis bantuannya baik BST, BPNT maupun PKH, jika mengalami pungli silahkan laporkan,” imbuhnya

Arief juga menekankan Pemkot Tangerang juga telah meminta jajaran kepolisian dan juga Kejaksaan Negeri untuk menindak tegas para pelaku pungli yang merugikan masyarakat khususnya penerima bansos.

“Silahkan dilaporkan, dan akan ditindak dengan tegas,”pungkas Wali Kota.

Baca juga: Bu Risma Geram, Saat Sidak Penyaluran Bansos di Tangerang, Ada Apa?

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua wilayah di Kota Tangerang, Banten, untuk pengecek langsung ke lapangan kecocokkan kartu identitas penerima dengan daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).

Dalam sidak tersebut, Risma geram karena menemukan penerima bansos yang dipotong oleh pendamping di wilayah Karang Tengah, Kota Tangerang.

Eks Wali Kota Surabaya itu meminta kepada warga penerima bantuan sosial untuk berani melapor jika menemukan adanya potongan pada bantuan yang mereka terima.

“Jika ada yang tidak jujur dan bahkan minta-minta kepada penerima, kasih tahu saya, biar langsung saya yang tindak,” tegasnya.

Kemensos kembali menyalurkan sejumlah bantuan seperti Paket Keluarga Harapan (PKH) , Bantuan Pangan Non Tunai/Kartu Sembako, dan BST. Selain itu, Kemensos juga menyalurkan beras sebesar 10 kilogram melalui Perum Bulog untuk 28,8 juta keluarga penerima manfaat bansos. (b02/red)