Connect with us

Seputar Banten

Tak Terima Disebut Fiktif, Puluhan Pimpinan Ponpes Laporkan ALIPP ke Mapolda Banten

Tayang

-

Datangi Mapolda Banten, Puluhan Pimpinan Ponpes di Kabupaten Serang Tak Terima Disebut Fiktif
Pimpinan Ponpes dari Kecamatan Pabuaran dan Padarincang saat memberikan keterangan pers di Mapolda Banten. (ist)

Banten24.com – Puluhan pimpinan pondok pesantren (ponpes) dari Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang, tak terima disebut ponpes fiktif oleh Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada.

Oleh karenanya mereka mendatangi Mapolda Banten, pada Kamis (10/06/2021), bermaksud melaporkan Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada atas pernyataannya di berbagai media yang menyebut bahwa ada 46 lembaga Ponpes di Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang yang fiktif.

Pimpinan Ponpes Almuhajirin, Kecamatan Padarincang, KH Juher mengatakan, bahwa kedatangan pihaknya ke Mapolda Banten bertujuan untuk mengadukan persolan tudingan Uday Suhada terkait Ponpes fiktif yang belakangan ramai jadi bahan perbincangan.

Sebab, kata dia, hal itu sangat menggangu dan membuat gaduh kalangan masyarakat, terlebih sudah menyebutkan nama daerah Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Padarincang.

“Datang ke Polda Banten untuk melaporkan atas perkataan Uday Suhada. Yang dikatakan gaib oleh Uday Suhada itu pesantren mana dari siapa dasarnya apa,” katanya.

Dikatakan KH Juher, bahwa disebutkan dalam berita saudara Uday Suhada melakukan investigasi. “Sejak kapan melakukan investigasi, bertemu saja dengan para pimpinan Ponpes di Pabuaran dan Padarincang belum pernah, investigasinya kemana,” uja”nya.

“Teman-teman yang di Padarincang semuanya merasa belum pernah bertemu uday. Bahkan sampai sekarang Uday itu orang mana ketemu juga gak pernah. Makanya aneh, sehingga kami datang kesini takut salah melangkah,” sambung KH Juher.

Saat ini kondisi masyarakat khususnya kalangan santri, merasa geram dengan apa yang dituduhkan Uday. Beruntung masih bisa diredam oleh para pimpinan Ponpes.

Yang datang ke Mapolda bersamanya itu semua pimpinan Ponpes, dan ini hanya sebagian saja yang ikut karena di masa pendemi jadi diwakilkan saja.

“Wajar kami merasa tersinggung merasa terhina, merasa dianggap apalah oleh Uday Suhada,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada, menanggapi santai pelaporan dirinya oleh sejumlah orang yang menamakan diri pimpinan ponpes di Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang ke Mapolda Banten, dengan tudingan telah menyebar berita bohong alias hoaks terkait pesantren fiktif penerima dana hibah ponpes dari Pemerintah Provinsi Banten tahun anggran 2018 dan 2020.

Ia mengakui, para pelapor dirinya ke Polda Banten tersebut adalah mereka yang memang Ponpesnya riil ada.

“Karena selama ini saya tidak pernah mempersoalkan ponpes yang nyata adanya. Namun adalah ponpes fiktif yang menerima dana hibah. Tapi nggak apa-apa saya dilaporkan, karena itu merupakan konsekwensi, dan saya hormati itu,” tuturnya. (pk)

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *