Connect with us

Seputar Banten

Tinggal di Wilayah Tangerang Gemilang, Nenek Amih Luput Bantuan Pemerintah dan Rumahnya beralaskan Tanah

Tayang

-

Redaksi

Tinggal di Wilayah Tangerang Gemilang, Nenek Ini Luput Bantuan Pemerintah dan Rumahnya beralaskan Tanah

BANTEN24.COM, TANGERANG – Miris! Seorang Nenek berusia sekitar 63 tahun tinggal di rumah tidak layak huni, berdinding bilik bambu beralaskan tanah, di Kampung Gempol Sari RT 004/001 Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang.

Selain tinggal dirumah tak layak huni, Nenek Amih ini juga tidak lagi menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), padahal Nenek Amih bagian dari keluarga penerima manfaat (KPM), itu diketahui dari kartu BPNT yang dimiliki Nenek Amih, tertera masa aktif kartunya hingga 01/23.

Rumah yang di tempati oleh nenek Amih memang sudah tidak layak huni kondisinya pun sangat memprihatinkan, dinding yang terbuat dari bambu sudah lapuk termakan usia, lebih mengenaskan lagi, lantai rumahnya masih beralaskan tanah, dan pada saat musim penghujan rumahnya selalu terendam air.

Tinggal di Wilayah Tangerang Gemilang

Nenek Amih.

Nenek Amih ini butuh bantuan dari semua pihak, baik Pemerintah Desa, Perintah Kecamatan terlebih Pemerintah Kabupaten Tangerang yang di kenal dengan Tangerang Gemilang.

Nenek Amih berharap, Kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang agar membantu dirinya, terlebih di suasana pendemi Covid-19 seperti saat ini.

“Setiap bulan itu tetangga mah pada dapet beras, telor dan segala macem, saya mah ngga pernah dapet, penasaran gitu saya gesek kartunya tapi kosong, bantuan dari Desa pun saya ngga pernah dapet, jangankan gede, lima puluh ribu saja saya tidak dapet,” keluh Nenek Amih, Rabu (25/08/2021)

Nenek Amih pun mengeluh, karena tidak ada bantuan untuk dirinya, kartu BPNT yang ia miliki pun tidak berguna lagi sejak 1 tahun lalu, untuk kebutuhan seharinya, ia hanya mengandalkan pemberian anaknya yang hanya berpenghasilan 50 ribu satu hari.

“Saya berharap, rumah saya yang gubuk ini bisa di bantu untuk di bangun, karena kalau musim hujan selalu banjir, saya mau ngebangun sendiri tidak punya duit pak,” harap Nenek Amih.

Sementara, Asmat Ketua RT 004/001 yang di temui di kediamannya, membenarkan kalau memang rumah ibu Amih sudah tidak layak huni dan perlu di bangun. Bahkan, Asmat mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 10 rumah lagi yang kondisinya juga memprihatinkan.

“Bukan hanya rumah nenek Amih yang tidak layak huni di wilayah saya ada sekitar 10 Rumah yang memang sudah tidak layak huni dan kondisinya sangat memprihatinkan,” ungkap Asmat kepada portadesa.co.
Asmat, selaku Ketua RT 004/001 berharap kepada pemerintah agar rumah warganya yang tidak layak huni segera di bangun.

“Kasihan saya ngelihat warga saya, apalagi kalau musim hujan, sudah rumah nya begitu di tambah banjir, cuma hanya bisa merasakan saja,” pungkasnya. (b02)

Sumber: portaldesa.co

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *