Connect with us

Opini

Waspada Jerat Maksiat Di Balik Sebatang Coklat

Tayang

-

Waspada Jerat Maksiat Di Balik Sebatang Coklat

Oleh: Erna Ummu Aqilah

Bulan Februari identik dengan keromantisan, virus merah jambu mulai menghinggapi hati para pemuja cinta. Baik laki-laki, perempuan, tua maupun muda terjangkit virus ini.

Valentine kata mereka adalah, hari di mana kita wajib mengungkapkan dan membuktikan rasa cinta dan kasih sayang, terhadap pasangan kita. Ditanggal 14 Februari para pemuja cinta biasanya, sibuk mempersiapkan segala sesuatunya demi merayakan hari spesial ini.

Mulai dengan persiapan makan malam romantis, pernak-pernik bernuansa merah muda dan ungu muda. Tak ketinggalan buah tangan berupa boneka, bunga, maupun sebatang coklat sebagai pembukti rasa cinta.

Ada bebera versi tentang asal muasal budaya valentine day yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Salah satunya adalah bermula dari kisah seorang pendeta dari Roma pada abad 3 pada zaman kaisar Colodius 2. Pendeta bernama Valentine dipancung hingga tewas pada tanggal 14 Februari 278 Masehi. Dia dijatuhi hukuman karena menentang kekejaman sang kaisar. Sang kaisar yang dikenal sangat kejam terhadap rakyatnya ini, berambisi menciptakan pasukan tentara yang kuat. Sehingga mengharuskan seluruh pasukan bertempur di medan perang. Namun, kebanyakan para pasukan memiliki istri atau kekasih sehingga kaisar memutuskan untuk melarang pernikahan.

Hal ini ditentang keras oleh pendeta Valentine, secara diam-diam dia menikahkan sepasang sejoli. Hal ini diketahui oleh sang kaisar sehingga, pendeta Valentine dijatuhi hukuman pancung. Karenanya sebagai bentuk penghormatan pada sang pendeta, setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai Valentine day.

Terlepas dari sejarah awal mula Valentine day, bagaimana Islam menyingkapinya?. Sebagai umat Islam, apapun yang kita perbuat senantiasa terikat dengan syari’at, karena semua akan dimintai tanggung jawab kelak di akhirat.

Islam agama yang indah dan penuh kasih sayang. Islam tidak melarang umatnya untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada siapapun, terutama kepada pasangan kita.

Akan tetapi, kasih sayang yang dihalalkan oleh Allah Swt adalah kasih sayang kepada pasangan yang sah. Dan itupun wajib dilakukan setiap saat karena pahala yang luar biasa, bukan di hari Valentine saja. Kasih sayang kepada saudara, orang tua, dan lainnya juga harus kita tunjukkan di setiap saat.

Masalahannya saat ini kebanyakan orang menyalah artikan makna kasih sayang. Banyak di antara mereka yang nekad berbuat dosa demi merayakan satu hari ini. Demi sebatang coklat mereka rela berbuat maksiat, bersama pasangan yang bukan halal. Mereka tidak takut lagi dengan dosa dan akibat dari perbuatannya.

Miris memang di saat ini kita menyaksikan di hari Valentine, banyak pasangan muda-mudi yang masih belia namun, mereka rela menyerahkan kehormatannya demi membuktikan rasa cinta pada pasangannya.

Lebih parahnya lagi, saat ini Valentine day juga dirayakan oleh pasangan sesama jenis. Mereka telah mendapat tempat di negeri ini sehingga, tumbuh subur seperti jamur di musim hujan naudzubillahi mindzalik.

Akibat dari Valentine day ini sungguh luar biasa. Banyak di antara mereka merayakan dengan berbagai kemaksiatan, mulai dari seks bebas, narkoba, dan lainnya. Berapa banyak gadis yang kehilangan kehormatannya bahkan kehilangan masa depannya demi satu hari ini.

Di sistem sekuler seperti saat ini, orang beranggapan bahwa agama hanya sebatas ritual ibadah semata. Padahal Islam adalah agama yang sempurna, selain mengatur urusan ibadah juga mengatur urusan pergaulan.

Dalam Islam laki-laki dan perempuan dilarang berkholwat (berdua-duan dengan yang bukan mahrom). Islam melarang aktivitas campur-baur antara laki-laki dan perempuan. Islam memerintahkan perempuan yang keluar rumah menutup aurat dengan sempurna, dan laki-laki agar menjaga pandangannya.

Islam melarang keras perzinaan, karenanya para pelaku zina akan dijatuhi sangsi yang sangat tegas. Bagi pelaku zina yang belum menikah masing-masing dijatuhi sangsi 100 kali cambukan, sedangkan pelaku yang sudah menikah dijatuhi sangsi dirajam hingga mati. Apalagi bila perbuatan zina oleh sesama jenis hukumannya jauh lebih berat lagi.

Dengan tegasnya hukuman, Islam mampu menjaga kehormatan manusia, menjaga nasab serta menjaga dari segala bentuk kerusakan akibat dari pergaulan bebas. Negara akan melarang keras perayaan Valentine day karena banyak mudhorotnya. Jangan sampai satu hari kita bahagia berbalut dosa, kedepannya kita sengsara.

Mari kita berfikir cerdas sebelum melakukan aktivitas, jangan sampai kita menyesal di hari kemudian. Mari kita jaga putra-putri kita agar terhindar dari segala kemaksiatan. Kita didik mereka dengan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt, agar selamat di dunia dan akherat aamiin. Wallahu A’lam Bishshawwab.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi