Connect with us

Rubrik Ragam

Wow! 200 Mangkuk dalam 3 Jam, Bubur Ayam H&M Omzetnya Rp 3,5 Juta

Tayang

-

Redaksi

Wow! 200 Mangkuk dalam 3 Jam, Bubur Ayam H&M Omzetnya Rp 3,5 Juta

BANTEN24.COM, TANGERANG – Pencinta bubur ayam gerobakan bisa cicip Bubur Ayam H & M di kawasan Pinang Kota Tangerang. Harganya murah meriah dan rasanya gurih mantul!

Bubur ayam yang dijajakan di kaki lima tak pernah surut penggemar. Meski hanya bermodalkan gerobak dan bangku-bangku plastik untuk tempat makan pengunjung, kelezatan bubur ayam ini selalu dicari.

Salah satu yang ramai dibicarakan di media sosial adalah Bubur Ayam H&M. Lokasinya ada di dalam lingkungan Perumahan Buana Gardenia, Pinang Kota Tangerang. Jika dari Graha Raya jaraknya hanya 1 km saja.

Bubur ayam gerobakan ini buka pukul 6 pagi dan biasanya sudah habis sekitar pukul 9 pagi. Racikan buburnya dibuat oleh orang asli Bandung bernama Maharya.

Hidir yang berkolaborasi dengan Mukhlis bercerita, Bubur Ayam H&M lahir di era pandemi ini. Hidir sejatinya berkecimpung di dunia umrah dan haji. Ia dan Mukhlis adalah pendiri sekaligus pemilik Bubur Ayam H&M ini.

Ciri khas buburnya ialah memiliki tekstur kental dan rasa gurih. Untuk bumbunya kuah kaldunya langsung dimasak bersama bubur, sehingga rasa buburnya sendiripun dusah sangat mengguncang lidah.

Pelengkap buburnya berupa potongan ayam yang tebal, cakwe, daun bawang, seledri, dan cheese stick. Juga satu pelengkap unik yang jarang ditemui di bubur ayam gerobakan adalah tongcai.

Rasa istimewa tongcai

Tongcai merupakan sawi putih yang diasinkan. Bentuknya berupa potongan kecil sawi putih berwarna kecokelatan dan rasanya asin.

Biasanya tongcai ditambahkan pada mie dan bubur. Maharya pun punya alasan tersendiri menambahkan tongcai ke dalam racikan buburnya.

“Pada seneng ada (tekstur) kress… kress… Rasanya juga asin-asin manis,” katanya.

Setelah itu bubur ayam juga ditambahkan cheese stick dan cakwe.

Selain tongcai, banyak pelanggan Bubur Ayam H&M menjagokan sambal bubur di sini. Maharya meraciknya dari paduan cabai, bawang putih, bawang merah dan kacang tanah.

Terlihat tekstur sambalnya cukup kental. Rasa pedasnya lumayan kuat dengan jejak rasa gurih kacang yang enak.

Harga semangkuk Bubur Ayam H&M Rp 12 ribu, tapi pembeli bisa juga pesan setengah porsi. Harganya Rp 10 ribu.

Dalam sehari, Hidir mengatakan bisa menjual 200 porsi bubur ayam dalam waktu kurang lebih 3 jam saja, ini membuktikan kelezatan bubur ayam di sini.

“Kami menyukai tekstur bubur yang kental dan rasanya yang gurih. Potongan ayam yang tebal yang jadi pelengkap juga banyak,” ujar Hidir.

Bubur Ayam H&M menggunakan bagian daging yang tebal dan minim kulit sehingga terasa lebih bersih di mulut. Lalu ada juga pelengkap sate, dan pelengkap kekinian seperti keju, korned, dan telur rebus ayam.

Pembeli bisa memilih sate usus, ati ampela, atau telur muda. Harganya Rp 3 ribu per tusuk. Sedangkan keju, korned dan telur rebus per itemnya Rp 5 ribu.

Omzet sehari sekitar Rp 3,5 juta

Setiap berjualan, Hidir menghabiskan 12 liter beras dan sate sampai 100 tusuk, belum lagi dari telur, korned dan keju. Tak heran omzet yang ia dapatkan cukup menggiurkan.

Ditanyai soal omzet, Hidir mengaku dari bubur yang terjual habis saja, ia bisa mendapat Rp 2,9 juta. Belum lagi dari hasil penjualan sate, telur, korned dan keju. Kurang lebih ia bisa mengantongi omzet Rp 3,5 juta.

Dia merasa bersyukur dengan hal ini. Ia bilang kunci kesuksesannya berjualan adalah tidak mengecewakan pelanggan.

“Yang penting kita jangan kecewain pelanggan aja, soal rasa dan pelayanan,” ujarnya.

Pembeli Bubur Ayam H&M kebanyakan para penduduk di sekitar lokasi. Tapi Hidir bilang, banyak juga pembelinya yang merupakan pelanggan datang dari lokasi yang agak jauh. (kanu)

Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *